KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

Penelitian ini mengkaji efisiensi pengelolaan keuangan di Puskesmas Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) periode 2022–2024. Hasil menunjukkan tingkat efisiensi sebesar 100% dalam pengelolaan dana kapitasi JKN, dengan realisasi anggaran tepat sasaran dan penyerapan mencapai 98%, tanpa sisa anggaran (SILPA). Mekanisme pengelolaan keuangan yang diterapkan meliputi siklus empat tahap: perencanaan menggunakan RKA-Capitation berbasis kinerja, pencairan dana langsung dari BPJS Kesehatan, pelaksanaan melalui sistem digital dan e-katalog, serta pengawasan berjenjang berbasis dashboard SIMDA secara real-time. Efisiensi ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan sebesar 23%, optimalisasi operasional melalui insentif bagi tenaga kesehatan dan peningkatan produktivitas sebesar 28%, serta akuntabilitas tinggi tanpa temuan audit BPK. Temuan ini memperkuat korelasi positif antara efisiensi pengelolaan keuangan, insentif tenaga kesehatan, dan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas, serta memberikan model pengelolaan keuangan yang efektif bagi fasilitas layanan kesehatan primer di Indonesia.

Puskesmas Sedinginan Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir mencapai efisiensi pengelolaan dana kapitasi JKN sebesar 100% selama periode 2022–2024, dengan realisasi penerimaan yang selalu sesuai target anggaran.Efisiensi ini didukung oleh mekanisme pengelolaan yang sistematis, meliputi perencanaan berbasis kinerja, pencairan dana langsung dari BPJS Kesehatan, pelaksanaan melalui sistem digital dan e-katalog, serta pengawasan berjenjang yang memastikan transparansi dan akuntabilitas.Efisiensi tersebut berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan, kelancaran operasional, ketersediaan obat yang terjamin, peningkatan kunjungan peserta, peningkatan motivasi tenaga kesehatan melalui insentif berbasis kinerja, serta minimnya temuan audit yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan JKN.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan sistem digital dan e-katalog berdampak pada percepatan pengadaan obat dan alat kesehatan di puskesmas daerah terpencil, mengingat efisiensi di Puskesmas Sedinginan didukung oleh sistem tersebut, namun belum tentu dapat diadopsi secara merata di wilayah dengan infrastruktur terbatas. Kedua, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara insentif berbasis kinerja dengan peningkatan motivasi dan kualitas pelayanan tenaga kesehatan di puskesmas non-BLUD, karena meskipun insentif terbukti efektif di lokasi penelitian, konteks kelembagaan yang berbeda dapat memengaruhi efektivitasnya. Ketiga, diperlukan kajian mendalam tentang bagaimana mekanisme pengawasan berlapis dan pelaporan real-time melalui SIMDA memengaruhi pencegahan penyimpangan keuangan, khususnya di puskesmas yang belum memiliki kapasitas sumber daya manusia yang memadai dalam bidang akuntansi dan sistem informasi keuangan, agar model efisiensi ini dapat direplikasi secara inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

  1. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... doi.org/10.36348/sjef.2023.v07i11.0110 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents doi 10 36348 sjef 2023 v07i11 011
Read online
File size191.99 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test