UWKSUWKS

CALVARIA MEDICAL JOURNALCALVARIA MEDICAL JOURNAL

Kekuatan otot merupakan suatu tenaga yang dikeluarkan oleh otot atau sekumpulan otot yang digunakan untuk melakukan suatu aktivitas. Setiap orang memiliki kesibukan dan aktivitas harian yang berbeda-beda sehingga tidak semua orang memiliki kekuatan otot yang sama. Sangat umum bagi pra lansia untuk mengalami penurunan massa otot dan kekuatan otot, berkurangnya volume otot seiring bertambahnya usia dan digantikan oleh jaringan lemak dan jaringan ikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kekuatan musculus flexores ekstremitas superior pada pra lansia laki-laki dan mahasiswa laki-laki menggunakan handgrip dynamometer dengan satuan kilogram (kg). Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 30 orang yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 orang pra lansia laki-laki dan 15 orang mahasiswa laki-laki. Data dianalisis menggunakan SPSS 29. Hasil menunjukkan kekuatan musculus flexores ekstremitas superior pada pra lansia laki-laki sebesar 27,82 kg dan pada mahasiswa laki-laki sebesar 28,00 kg. Simpulan dari penelitian ini adalah kekuatan musculus flexores ekstremitas superior pada mahasiswa laki-laki terbukti lebih kuat dibandingkan dengan pra lansia laki-laki.

Kekuatan otot musculus flexores ekstremitas superior pada mahasiswa laki-laki sebesar 28,00 kg lebih tinggi dibandingkan dengan pra lansia laki-laki sebesar 27,82 kg.Perbedaan tersebut menunjukkan adanya pengaruh usia terhadap penurunan kekuatan otot.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa laki-laki memiliki kekuatan otot yang lebih baik dibandingkan pra lansia laki-laki.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi pengaruh pelatihan kekuatan otot terstruktur terhadap peningkatan kekuatan musculus flexores ekstremitas superior pada pra lansia laki-laki, apakah program latihan tertentu dapat memperlambat atau mengembalikan kekuatan otot yang menurun seiring usia. Kedua, diperlukan studi komparatif yang membandingkan kekuatan otot antara kelompok mahasiswa yang aktif berolahraga dengan yang tidak, untuk melihat sejauh mana aktivitas fisik reguler berkontribusi terhadap perbedaan kekuatan otot dibandingkan kelompok usia lanjut. Ketiga, penelitian bisa dikembangkan dengan mengeksplorasi faktor nutrisi dan komposisi tubuh sebagai variabel pengaruh tambahan terhadap kekuatan otot pada kedua kelompok, apakah asupan protein dan lemak tubuh berkorelasi langsung dengan hasil pengukuran kekuatan genggaman. Penelitian-penelitian ini dapat membentuk kerangka intervensi pencegahan penurunan fungsi otot usia lanjut yang lebih komprehensif dan berbasis data lokal. Dengan memahami faktor-faktor yang dapat dimodifikasi, seperti latihan dan gizi, maka bisa dikembangkan program kesehatan fisik yang efektif untuk populasi pra lansia di Indonesia. Studi lanjutan sebaiknya juga melibatkan ukuran sampel yang lebih besar dan desain longitudinal untuk melihat perkembangan kekuatan otot secara dinamis. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan perbedaan dominasi tangan dalam pengukuran kekuatan otot agar hasil lebih akurat. Hasil dari penelitian semacam ini dapat mendukung kebijakan kesehatan terkait penuaan aktif dan pencegahan disabilitas fungsional. Dengan pendekatan yang lebih mendalam, diharapkan dapat ditemukan strategi efektif untuk menjaga kualitas hidup pada usia pertengahan hingga lanjut.

  1. Pengaruh Kontrol Rutin terhadap Kesembuhan pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Lontar Kecamatan... calvaria.fk.uwks.ac.id/index.php/calvaria/article/view/129Pengaruh Kontrol Rutin terhadap Kesembuhan pada Penderita Tuberkulosis Paru di Puskesmas Lontar Kecamatan calvaria fk uwks ac index php calvaria article view 129
  2. HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEKUATAN GENGGAMAN DAN KECEPATAN BERJALAN PADA LANSIA DI KELURAHAN... ojs.unud.ac.id/index.php/sport/article/view/64754HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEKUATAN GENGGAMAN DAN KECEPATAN BERJALAN PADA LANSIA DI KELURAHAN ojs unud ac index php sport article view 64754
  3. Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa Lansia Melalui Deteksi Dini dan Edukasi | Amira | Jurnal Kreativitas... doi.org/10.33024/jkpm.v6i12.12578Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa Lansia Melalui Deteksi Dini dan Edukasi Amira Jurnal Kreativitas doi 10 33024 jkpm v6i12 12578
  4. PENGUKURAN ASPEK KEKUATAN LENGAN DENGAN INSTRUMEN PUSH UP TEST PADA SISWA SMPN 1 BANGKALAN SECARA TATAP... doi.org/10.58258/jime.v8i2.3232PENGUKURAN ASPEK KEKUATAN LENGAN DENGAN INSTRUMEN PUSH UP TEST PADA SISWA SMPN 1 BANGKALAN SECARA TATAP doi 10 58258 jime v8i2 3232
Read online
File size371.43 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test