PUBLINEPUBLINE

Journal of Economics and ManagementJournal of Economics and Management

Studi ini menyelidiki peran prediktif dari literasi keuangan digital (DFL), stres keuangan (FS), efisiensi diri keuangan (FSE), dan pengaruh teman sebaya (PI) terhadap kerentanan terhadap pinjaman predatori (PLV) di kalangan pekerja industri perempuan - sebuah demografi yang secara struktural rentan namun kurang dipelajari di ekosistem kredit digital Indonesia, di mana 6.991 platform pinjaman ilegal diblokir antara tahun 2022 dan 2024. Survei penjelasan lintas seksi dilakukan terhadap 378 pekerja perempuan di tiga kawasan industri terpadu di Batam menggunakan instrumen yang telah divalidasi (OECD/INFE DFL; Prawitz IFDFW; Lown FSES). Data dianalisis melalui PLS-SEM (SmartPLS 4) dengan bootstrapping (5.000 resample), mengikuti pedoman pelaporan STROBE. Semua empat hipotesis didukung (p < .001). Model menjelaskan 52,4% variasi dalam PLV (Q² = .342). Stres keuangan adalah prediktor terkuat (β = .342), diikuti oleh pengaruh teman sebaya (β = .276), literasi keuangan digital (β = - .218), dan efisiensi diri keuangan (β = - .187), mengonfirmasi arsitektur risiko dorong-tarik. Desain lintas seksi tunggal wilayah membatasi inferensi kausal dan validitas eksternal; penggunaan pelapor diri dari pemberi pinjaman ilegal kemungkinan meremehkan prevalensi sebenarnya karena bias keinginan sosial. Temuan ini terutama berlaku untuk tenaga kerja manufaktur yang difeminisasi di zona ekspor Asia Tenggara. Asli - Ini adalah model PLS-SEM terintegrasi pertama yang menguji prediktor kognitif, afektif, psikologis, dan sosial kerentanan terhadap pinjaman predatori di antara pekerja industri perempuan Indonesia, mendorong penelitian kerentanan keuangan yang peka gender dan menawarkan bukti berurutan untuk intervensi sisi permintaan OJK No. 11/2024 yang selaras dengan SDG 5 dan SDG 8.

Studi ini menyelidiki peran prediktif dari literasi keuangan digital (DFL), stres keuangan (FS), efisiensi diri keuangan (FSE), dan pengaruh teman sebaya (PI) terhadap kerentanan terhadap pinjaman predatori (PLV) di kalangan pekerja industri perempuan di Indonesia.Temuan menunjukkan bahwa stres keuangan adalah prediktor terkuat PLV (β =.342), diikuti oleh pengaruh teman sebaya (β =.276), literasi keuangan digital (β = -.218), dan efisiensi diri keuangan (β = -.Hasil ini mengonfirmasi arsitektur risiko dorong-tarik dan menunjukkan bahwa kerentanan terhadap pinjaman predatori adalah hasil interaksi antara faktor pendorong (stres keuangan, pengaruh teman sebaya) dan faktor penarik (rendah DFL, rendah FSE).Studi ini memberikan kontribusi teoretis dengan menyediakan model terintegrasi pertama yang menguji prediktor kognitif, afektif, psikologis, dan sosial PLV dalam populasi pekerja industri perempuan di Asia Tenggara.Studi ini juga memberikan kontribusi praktis dengan menyarankan intervensi yang difokuskan pada stres keuangan, termasuk program kesejahteraan keuangan berbasis tempat kerja, skema gaji-on-demand, dan alternatif kredit kooperatif yang disponsori oleh pemberi kerja.Studi ini juga menyarankan agar intervensi pendidikan difokuskan pada stres keuangan dan agar intervensi berbasis peer, seperti program financial buddy yang dipimpin oleh teman sebaya, dimanfaatkan untuk mengubah pengaruh teman sebaya menjadi kekuatan pelindung.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam studi ini, kami menyarankan beberapa arah penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk menguji validitas model ini di berbagai kawasan industri di Indonesia dan membandingkannya dengan ekonomi manufaktur lainnya di Asia Tenggara. Kedua, metode penelitian dapat diperluas dengan memasukkan teknik PLS-SEM yang dimediasi-dimoderasi, eksperimen daftar, dan analisis netnografi untuk mengatasi bias keinginan sosial dan menganalisis komunitas digital terkait pinjaman online. Ketiga, temuan ini dapat diterapkan secara langsung dalam kurikulum kesejahteraan keuangan berbasis tempat kerja yang dirancang bersama oleh OJK, Kementerian Ketenagakerjaan, dan operator kawasan industri, serta fasilitas gaji-on-demand dan tabungan darurat yang disponsori oleh pemberi kerja untuk meringankan tekanan likuiditas. Selain itu, temuan ini dapat mendukung program financial buddy yang dipimpin oleh teman sebaya untuk mengubah jaringan tempat kerja menjadi infrastruktur pelindung, serta arsitektur data pengawasan yang peka gender yang selaras dengan OJK No. 11/2024 dan persyaratan pelaporan SLIK.

  1. OECD/INFE survey instrument to measure digital financial literacy | OECD. oecd infe survey instrument... oecd.org/en/publications/oecd-infe-survey-instrument-to-measure-digital-financial-literacy_548de821-en.htmlOECD INFE survey instrument to measure digital financial literacy OECD oecd infe survey instrument oecd en publications oecd infe survey instrument to measure digital financial literacy 548de821 en html
  2.  . 0 mdpi.com/2071-1050/13/9/5070A 0 mdpi 2071 1050 13 9 5070
Read online
File size538.84 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test