PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

CERDIKACERDIKA

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk praktik keagamaan di kalangan Generasi Z. Sebagai generasi yang tumbuh bersama internet dan media sosial, Generasi Z semakin memanfaatkan platform digital untuk memperoleh pengetahuan agama, mengikuti komunitas keagamaan virtual, serta mengekspresikan identitas religius mereka. Meskipun berbagai penelitian telah membahas agama digital, literasi keagamaan, dan pengaruh media sosial terhadap perilaku religius, kajian yang menelaah fenomena tersebut melalui perspektif antropologi agama masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonfigurasi praktik keagamaan Generasi Z di ruang digital dalam perspektif antropologi agama. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan mengenai agama digital, media sosial, religiositas, dan antropologi agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa ruang digital telah menjadi arena baru bagi produksi, negosiasi, dan transformasi makna-makna keagamaan. Praktik keagamaan Generasi Z cenderung lebih personal, fleksibel, interaktif, dan berbasis jaringan dibandingkan praktik keagamaan konvensional. Media sosial juga berfungsi sebagai sarana konstruksi identitas religius dan penyebaran nilai-nilai keagamaan. Namun demikian, praktik keagamaan digital menghadapi tantangan berupa pergeseran otoritas keagamaan, misinformasi, dan kecenderungan religiositas yang dangkal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi agama telah mengubah cara Generasi Z memahami, menghayati, dan mempraktikkan agama dalam kehidupan masyarakat kontemporer.

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah memicu rekonfigurasi praktik keagamaan Generasi Z, menjadikan ruang digital arena baru bagi aktivitas religius, pencarian pengetahuan, pembentukan komunitas, dan konstruksi identitas keagamaan.Namun, transformasi ini menimbulkan tantangan berupa pergeseran otoritas keagamaan, penyebaran informasi tidak terverifikasi, serta kecenderungan religiositas yang bersifat instan dan dangkal.Oleh karena itu, penguatan literasi digital keagamaan, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memanfaatkan peluang rekonstruksi ini demi keberagamaan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan masyarakat kontemporer.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana figur otoritas digital memengaruhi perubahan kepercayaan dan praktik keagamaan Generasi Z, misalnya dengan melakukan survei longitudinal pada pengguna media sosial yang aktif dalam konten religius. Selanjutnya, diperlukan uji coba intervensi literasi digital keagamaan yang menggabungkan modul edukatif dan pelatihan kritis, untuk menilai efektivitasnya dalam mengurangi penyebaran misinformasi dan meningkatkan pemahaman agama yang mendalam di kalangan remaja. Selain itu, studi perbandingan lintas budaya yang membandingkan praktik keagamaan digital Generasi Z di Indonesia dengan negara-negara lain dapat mengidentifikasi faktor kontekstual yang memperkuat atau menghambat adaptasi budaya religius dalam lingkungan digital. Penelitian-penelitian tersebut akan melengkapi temuan literatur saat ini, menawarkan bukti empiris, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat untuk mendukung keberagamaan yang sehat dan inklusif dalam era digital.

  1. AGAMA DALAM PANDANGAN ANTROPOLOG: PERSPEKTIF SOSIAL-BUDAYA | Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan.... doi.org/10.52266/tadjid.v9i1.4315AGAMA DALAM PANDANGAN ANTROPOLOG PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA Tajdid Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan doi 10 52266 tadjid v9i1 4315
  2. Digital Value Pluralism Among Generation Z and Millennials - Article - CGScholar. digital value pluralism... cgscholar.com/publishers/articles/digital-value-pluralism-among-generation-z-and-millennialsDigital Value Pluralism Among Generation Z and Millennials Article CGScholar digital value pluralism cgscholar publishers articles digital value pluralism among generation z and millennials
  3. HIJRAH SALAFI: REKONFIGURASI IDENTITAS KEAGAMAAN DI LINGKUNGAN AKADEMIK PERKOTAAN (STUDI KASUS POGUNG,... journal.uii.ac.id/thullab/article/view/34664HIJRAH SALAFI REKONFIGURASI IDENTITAS KEAGAMAAN DI LINGKUNGAN AKADEMIK PERKOTAAN STUDI KASUS POGUNG journal uii ac thullab article view 34664
  4. Pengaruh Perbedaan Budaya terhadap Interaksi di Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran... ejournal.appisi.or.id/index.php/Dialogika/article/view/399Pengaruh Perbedaan Budaya terhadap Interaksi di Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran ejournal appisi index php Dialogika article view 399
Read online
File size231.68 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test