KOPERTAIS4KOPERTAIS4

IDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial KeagamaanIDEALITA: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja akibat konsumsi minuman oplosan di Desa Pakamban Laok, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat peran tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap orang tua korban dan remaja yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai pemimpin, pengawas, penasihat, dan teman bagi anak-anaknya dalam upaya mengatasi masalah ini. Dukungan dari lingkungan desa melalui kegiatan positif seperti Shalawat Banjari, olahraga, dan kegiatan keagamaan lainnya menjadi faktor pendukung yang signifikan. Selain itu, kesadaran remaja akan dampak buruk konsumsi minuman oplosan setelah kejadian tragis juga menjadi faktor internal yang mendorong perubahan perilaku. Namun, pengaruh teman sebaya, pandangan negatif lingkungan, kurangnya perhatian orang tua, pengaruh media sosial, dan rasa ingin tahu remaja menjadi faktor penghambat yang perlu diperhatikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam pencegahan dan penanganan kasus konsumsi minuman oplosan pada remaja, namun upaya ini perlu didukung oleh lingkungan sekitar dan berbagai pihak terkait.

Orang tua memiliki peran multifungsi dalam mencegah remaja mengonsumsi minuman oplosan, yaitu sebagai pemimpin, pengawas, penasihat, dan teman.Peran tersebut sangat penting, tetapi perlu didukung oleh masyarakat dan pemerintah desa agar pencegahan kenakalan remaja berjalan efektif.Faktor penghambat utama meliputi pengaruh teman sebaya, kurangnya perhatian orang tua, pandangan negatif lingkungan, serta rasa ingin tahu remaja yang tinggi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pengaruh media sosial secara spesifik memicu remaja di pedesaan mencoba minuman oplosan, termasuk konten apa saja yang paling memengaruhi mereka dan bagaimana pola penggunaannya berkaitan dengan pergaulan sebaya. Kedua, penting untuk mengeksplorasi ketersediaan dan akses layanan kesehatan mental bagi remaja di desa-desa seperti Pakamban Laok, mengingat stres dan tekanan emosional bisa menjadi pemicu konsumsi alkohol, serta bagaimana layanan tersebut dapat diintegrasikan dengan peran orang tua dan tokoh agama setempat. Ketiga, perlu dikaji efektivitas kebijakan lokal terkait pembatasan peredaran minuman beralkohol di wilayah pedesaan, termasuk sejauh mana penegakan hukum dilakukan dan bagaimana peran kepala desa serta lembaga adat dalam mengendalikan akses remaja terhadap minuman keras, agar dapat dirancang intervensi berbasis komunitas yang lebih tepat sasaran.

Read online
File size969.4 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test