UNUPASURUANUNUPASURUAN

Center of Education Journal (CEJou)Center of Education Journal (CEJou)

Di era transformasi digital saat ini, keterampilan literasi informasi dan ekspresi tulis ilmiah menjadi kompetensi krusial bagi siswa; di mana integrasi teknologi dalam pengajaran bahasa dipandang sebagai strategi kreatif dan efektif untuk mengasah kemampuan berpikir kritis tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan akses teknologi yang memengaruhi kualitas karya ilmiah siswa. Selama ini, penelitian lebih banyak berfokus pada literasi baca-tulis umum, namun evaluasi ini secara khusus membedah dampak literasi digital terhadap kemampuan menulis laporan praktikum serta pengaruhnya pada pengembangan aspek kognitif dan psikomotorik siswa dalam mengolah data menjadi narasi ilmiah. Tujuan utama penelitian adalah mengevaluasi perbedaan kualitas bahasa ilmiah dan penguasaan digital antara siswa di wilayah urban dan rural.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya mengenai pengaruh literasi digital terhadap kemampuan menulis ilmiah siswa di wilayah urban dan rural, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan utama sebagai berikut.Terdapat disparitas akses digital yang sangat signifikan antara siswa di wilayah urban (85%) dan rural (42%), yang berimplikasi langsung pada kedalaman referensi ilmiah yang dapat dijangkau oleh siswa dalam menyusun laporan praktikum.Kemampuan menulis ilmiah siswa, terutama pada indikator ketajaman analisis dan penggunaan diksi sains, berkorelasi positif dengan tingkat literasi digital.siswa urban cenderung memiliki struktur laporan yang lebih koheren dibandingkan dengan siswa rural yang masih bersifat deskriptif-naratif.Hasil analisis Multiple Correspondence Analysis (MCA) mengonfirmasi bahwa faktor geografis (spasial) merupakan sumbu pemisah utama dalam performa akademik, di mana akses informasi yang terbatas di pedesaan memicu terjadinya isolasi kognitif dan error dalam penggunaan istilah teknis sains.Dimensi evaluasi kritis terhadap informasi merupakan titik terlemah di kedua wilayah, yang menunjukkan bahwa meskipun akses internet tersedia (terutama di wilayah urban), pemanfaatan teknologi untuk produksi konten ilmiah masih belum optimal dan cenderung didominasi oleh aktivitas hiburan pasif.

Untuk menjawab persoalan kesenjangan digital dan kualitas tulisan ilmiah siswa, pemerintah dan institusi pendidikan perlu segera mengimplementasikan kebijakan afirmatif berupa penyediaan infrastruktur internet yang merata serta pelatihan kompetensi digital bagi guru di wilayah rural agar proses pendampingan belajar menjadi lebih efektif. Selain itu, disarankan bagi sekolah untuk mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum inti melalui model pembelajaran berbasis proyek yang memanfaatkan konteks lokal guna meminimalkan hambatan akses. Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi eksperimental mengenai efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) atau kecerdasan buatan (AI) yang dapat diakses secara luring (offline) untuk membantu siswa di wilayah pedesaan dalam memahami konsep sains yang abstrak dan memperbaiki struktur logika penulisan mereka tanpa ketergantungan penuh pada koneksi internet.

  1. Digital Literacy in Digital Society 5.0: Some Challenges | Academic Journal of Interdisciplinary Studies.... doi.org/10.36941/ajis-2021-0033Digital Literacy in Digital Society 5 0 Some Challenges Academic Journal of Interdisciplinary Studies doi 10 36941 ajis 2021 0033
Read online
File size1.16 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test