ATIMATIM

JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERALJURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL

Permasalahan sampah semakin memburuk tiap tahun akibat pertumbuhan penduduk yang menyebabkan akumulasi sampah dan munculnya emisi LFG (Landfill Gas) seperti gas metana, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Untuk mengatasi ini, penelitian menggunakan model LandGEM (Landfill Gas Emission Model) di TPA Makbon dilakukan. LandGEM adalah software yang digunakan untuk mengestimasi emisi gas metana yang dihasilkan oleh TPA dengan menggunakan persamaan kinetika orde 1. Tujuannya adalah mengukur potensi gas metana dalam penimbunan sampah di TPA Makbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata harian sampah yang dihasilkan mencapai 288 m3/hari dengan densitas rata-rata sampah di TPA Makbon adalah 557 kg/m3. Komposisi sampah mengindikasikan 20% sampah organik (sisa makanan dan ranting). Dengan Emisi gas metana yang dihasilkan sekitar 965,3 Mg/tahun dalam skenario NSPS Applicability dan 334 Mg/tahun dalam skenario Emission Inventory. Puncak produksi gas metana diperkirakan terjadi pada 2045.

Berdasarkan hasil studi di TPA Makbon, rata-rata sampah yang dihasilkan mencapai 288 m³/hari (≈ 58.Model LandGEM memperkirakan emisi metana sebesar 965,3 Mg/tahun pada skenario NSPS Applicability dan 334 Mg/tahun pada skenario Emission Inventory, setara dengan potensi listrik 0,54 MW dan 0,21 MW masing‑masing.Puncak produksi metana diprediksi terjadi sekitar tahun 2045, setelah itu produksi menurun seiring berkurangnya bahan organik dan perubahan kondisi lingkungan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana variasi komposisi sampah, khususnya proporsi organik versus anorganik, memengaruhi laju produksi metana dengan memperluas model LandGEM menjadi dinamis dan memasukkan data waktu nyata dari monitoring sampah. Selain itu, diperlukan studi lapangan yang membandingkan estimasi emisi metana menggunakan LandGEM dengan pengukuran langsung menggunakan sensor gas di TPA Makbon, guna mengevaluasi akurasi model serta mengidentifikasi faktor‑faktor lokal yang belum terakomodasi, seperti suhu mikro, kelembaban, dan aktivitas mikroba anaerobik. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan model integratif yang memperhitungkan sumber emisi tambahan, seperti transportasi sampah, operasi peralatan berat, dan pembakaran terbuka, serta mengevaluasi strategi mitigasi seperti penambahan bahan penutup bio‑karbon atau pemanfaatan energi metana untuk pembangkit listrik skala kecil, sehingga memberikan gambaran komprehensif tentang potensi pengurangan emisi dan manfaat energi terbarukan di wilayah tersebut.

  1. Potensi Produksi Gas Metana (CH4) dari Kegiatan Landfilling di TPA Bengkala Kabupaten Buleleng dengan... doi.org/10.33005/envirotek.v15i2.262Potensi Produksi Gas Metana CH4 dari Kegiatan Landfilling di TPA Bengkala Kabupaten Buleleng dengan doi 10 33005 envirotek v15i2 262
Read online
File size569.44 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test