ALMEERAEDUCATIONALMEERAEDUCATION
Jurnal Penalaran dan Riset MatematikaJurnal Penalaran dan Riset MatematikaPenelitian ini bertujuan untuk menentukan dampak penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) terhadap kemampuan pemecahan masalah pelajar dalam peluang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi penelitian terdiri dari pelajar STIE Jambatan Bulan yang mengambil mata kuliah Statistik. Sampel penelitian terdiri dari 32 pelajar yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 16 pelajar pada kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran menggunakan model PBM dan 16 pelajar pada kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah pada materi peluang. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji t pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah pelajar pada kelas eksperimen adalah 83,187, sedangkan rata-rata kemampuan pemecahan masalah pelajar pada kelas kontrol adalah 73,125. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 4,312 lebih besar dari nilai t tabel sebesar 1,697, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model PBM memiliki dampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah pelajar dalam peluang. Model PBM terbukti lebih efektif daripada metode pengajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pelajar untuk memahami, menganalisis, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep peluang dalam mata kuliah statistik.
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) memiliki dampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah pelajar dalam topik peluang.Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran melalui model PBL dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional.Perbedaan ini menunjukkan bahwa model PBL mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan pelajar untuk memahami dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep peluang.Salah satu kekuatan utama model PBL adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pelajar.Dalam model ini, pelajar dihadapi dengan masalah kontekstual yang menuntut mereka untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, merencanakan strategi pemecahan masalah, dan mengevaluasi hasil yang diperoleh.Kondisi ini mendorong pelajar untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga menghasilkan pemahaman konsep yang lebih mendalam.Temuan ini sejalan dengan pandangan Padang et al.(2025) dan Sakir dan Kim (2020) yang menyatakan bahwa PBL meningkatkan kualitas pembelajaran melalui keterlibatan aktif pelajar dalam memecahkan masalah autentik.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara model PBL dengan model pembelajaran lainnya dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pelajar dalam topik peluang. Selain itu, dapat dilakukan penelitian yang berfokus pada pengaruh PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah pelajar dengan berbagai tingkat kemampuan dan latar belakang akademik yang berbeda. Penelitian ini juga dapat dikembangkan dengan mengkaji dampak jangka panjang dari penerapan PBL terhadap kemampuan pemecahan masalah pelajar dan transfer pengetahuan ke dalam konteks kehidupan nyata.
- Efektivitas Modul Ajar Berbasis Problem Based Learning Terintegrasi Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan... ejournals.umma.ac.id/index.php/equals/article/view/2930Efektivitas Modul Ajar Berbasis Problem Based Learning Terintegrasi Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan ejournals umma ac index php equals article view 2930
- Enhancing Students’ Learning Activity and Outcomes via Implementation of Problem-based Learning... ejmste.com/article/enhancing-students-learning-activity-and-outcomes-via-implementation-of-problem-based-learning-9344Enhancing StudentsAo Learning Activity and Outcomes via Implementation of Problem based Learning ejmste article enhancing students learning activity and outcomes via implementation of problem based learning 9344
- STUDENTS’ MATHEMATICS PROBLEM-SOLVING ABILITY WITH KINESTHETIC LEARNING STYLE AT VOCATIONAL SCHOOL... journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/lentera_pendidikan/article/view/31263STUDENTSAo MATHEMATICS PROBLEM SOLVING ABILITY WITH KINESTHETIC LEARNING STYLE AT VOCATIONAL SCHOOL journal uin alauddin ac index php lentera pendidikan article view 31263
- PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA... doi.org/10.36277/defermat.v8i1.2294PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA doi 10 36277 defermat v8i1 2294
| File size | 277.6 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
LP3MKILLP3MKIL Hasil menunjukkan rata‑rata skor identifikasi meningkat dari 50,60% pada pretes menjadi 64,60% pada siklus I dan 77,00% pada siklus II, selisih peningkatanHasil menunjukkan rata‑rata skor identifikasi meningkat dari 50,60% pada pretes menjadi 64,60% pada siklus I dan 77,00% pada siklus II, selisih peningkatan
LP3MKILLP3MKIL Indikator keberhasilan aksi dicapai secara klasik bila 80% siswa memperoleh nilai ≥75 (KKM). Hasil menunjukkan kemampuan siswa menelaah teks prosedurIndikator keberhasilan aksi dicapai secara klasik bila 80% siswa memperoleh nilai ≥75 (KKM). Hasil menunjukkan kemampuan siswa menelaah teks prosedur
MAYADANIMAYADANI Melalui penggunaan metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem BasedMelalui penggunaan metode ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis setelah mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Model pembelajaran Problem Based Learning yang terdiri dari 5 Tahap yakni guru mengorientasikan peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didikModel pembelajaran Problem Based Learning yang terdiri dari 5 Tahap yakni guru mengorientasikan peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik
UNDHARIUNDHARI Pada siklus kedua, dilakukan perbaikan dengan menggunakan media yang lebih besar serta membandingkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), yang menunjukkanPada siklus kedua, dilakukan perbaikan dengan menggunakan media yang lebih besar serta membandingkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), yang menunjukkan
UNSULBARUNSULBAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model PBL, rata-rata nilai keterampilan berhitung siswa adalah 40,35 yang tergolong rendah. SetelahHasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model PBL, rata-rata nilai keterampilan berhitung siswa adalah 40,35 yang tergolong rendah. Setelah
Tel-UTel-U Pertama, SSA memecah data menjadi komponen tren, musiman, noise, dan residu. Kedua, hasil dekomposisi diprediksi menggunakan model LSTM dan GRU. ModelPertama, SSA memecah data menjadi komponen tren, musiman, noise, dan residu. Kedua, hasil dekomposisi diprediksi menggunakan model LSTM dan GRU. Model
AFEKSIAFEKSI Berdasarkan hasil uji statistik, penerapan model pembelajaran PBL digital tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikirBerdasarkan hasil uji statistik, penerapan model pembelajaran PBL digital tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir
Useful /
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG Hasil ini menunjukkan bahwa faktor psikososial berperan dalam kepatuhan kunjungan nifas, sehingga peningkatan edukasi dan keterlibatan keluarga sangatHasil ini menunjukkan bahwa faktor psikososial berperan dalam kepatuhan kunjungan nifas, sehingga peningkatan edukasi dan keterlibatan keluarga sangat
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG 000 indicated that the intervention significantly reduced patient anxiety. The results of this study indicate that guided imagery intervention has a significant000 indicated that the intervention significantly reduced patient anxiety. The results of this study indicate that guided imagery intervention has a significant
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Jika nilai sosio-kultural didasarkan pada bahasa, maka nilai tersebut akan tertanam dalam alam bawah sadar. Bahasa pertama berhubungan dengan pemerolehanJika nilai sosio-kultural didasarkan pada bahasa, maka nilai tersebut akan tertanam dalam alam bawah sadar. Bahasa pertama berhubungan dengan pemerolehan
UBBUBB Frekuensi hambatan samping berada di bawah 100 kejadian per jam, sehingga dikategorikan dalam Kelas Hambatan Samping sangat rendah. Rendahnya tingkat hambatanFrekuensi hambatan samping berada di bawah 100 kejadian per jam, sehingga dikategorikan dalam Kelas Hambatan Samping sangat rendah. Rendahnya tingkat hambatan