MAGELANG KOTAMAGELANG KOTA

Jurnal Jendela Inovasi DaerahJurnal Jendela Inovasi Daerah

Pasar tradisional di Kota Magelang menghadapi tantangan yang signifikan dari persaingan dengan pasar modern dan munculnya belanja online, yang mempengaruhi ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Pasar-pasar ini berfungsi sebagai pusat penting untuk kegiatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, stabilisasi harga barang‑barang penting, dan dukungan untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Penurunan aktivitas pasar akibat modernisasi mengancam UKM dan akses barang dengan harga terjangkau. Upaya pemerintah untuk mempromosikan pasar tradisional tetap tidak optimal, terutama karena keterlibatan dan dukungan yang terbatas. Studi ini menggunakan pendekatan evaluasi kebijakan dengan Grid Analysis serta penyusunan rekomendasi kebijakan menggunakan Interpretative Structural Modelling. Temuan utama menunjukkan bahwa kolaborasi antara sektor perdagangan dan pariwisata, serta pemanfaatan teknologi digital untuk promosi pasar tradisional, merupakan langkah krusial untuk memperkuat eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang. Studi ini merekomendasikan peningkatan upaya pemerintah melalui kolaborasi dengan sektor pariwisata.

Penelitian menunjukkan bahwa optimisasi peran pemerintah dalam mempromosikan pasar tradisional melalui kolaborasi dengan sektor pariwisata, penyediaan sarana prasarana, dan pelatihan digital menjadi kunci keberhasilan.Langkah prioritaskan kolaborasi antara pemerintah, pariwisata, dan pedagang dalam penyelenggaraan promosi digital serta pelatihan media sosial.Implementasi program ini diharapkan memperkuat eksistensi pasar tradisional di Kota Magelang.

Pertama, lakukan penelitian kualitatif mendalam mengenai persepsi generasi Z terhadap nilai budaya pasar tradisional di Kota Magelang, dengan tujuan mengidentifikasi faktor motivasi dan hambatan digital yang dapat ditangani melalui program edukasi. Kedua, kembangkan studi eksperimental mengenai efektivitas platform e‑commerce lokal yang terintegrasi dengan sistem pembayaran digital, untuk menilai dampaknya pada volume penjualan dan loyalitas pedagang UKM. Ketiga, lakukan evaluasi kebijakan berbasis data tri‑paruh antara pemerintah daerah,вязал dan lembaga pendidikan untuk merancang model kolaborasi multi‑stakeholder, meninjau mekanisme sinergi dalam penyelenggaraan festival pasar terprogram agar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ketiga bertujuan mengisi kesenjangan data operasional pasar tradisional dan menyediakan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang lebih komprehensif.

  1. jqsh. jqsh need enable javascript run app doi.org/10.36401/jqsh-23-42jqsh jqsh need enable javascript run app doi 10 36401 jqsh 23 42
  2. Bot Verification. bot verification verifying robot mapindo.ejurnal.info/index.php/manajemen_pelayanan_hotel/article/view/246Bot Verification bot verification verifying robot mapindo ejurnal index php manajemen pelayanan hotel article view 246
  3. Nilai Sosial Budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai Daya Tarik Desa Wisata Penggarit di Kabupaten... journal.unnes.ac.id/sju/solidarity/article/view/76748Nilai Sosial Budaya Pasar Tradisional Kamis Wage sebagai Daya Tarik Desa Wisata Penggarit di Kabupaten journal unnes ac sju solidarity article view 76748
  4. Efektivitas E-Commerce dan Media Sosial untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran Perdagangan Pasar Tradisional... doi.org/10.22441/fifo.2019.v10i1.004Efektivitas E Commerce dan Media Sosial untuk Meningkatkan Kinerja Pemasaran Perdagangan Pasar Tradisional doi 10 22441 fifo 2019 v10i1 004
Read online
File size1.08 MB
Pages28
DMCAReport

Related /

ads-block-test