LEMHANNASLEMHANNAS

Jurnal Lemhannas RIJurnal Lemhannas RI

Tujuan: Penelitian ini memb Duitsland bagaimana pengembangan kebijaksanaan lokal (khususnya Keujruen Blang) diintegrasikan ke dalam kebijakan sosial‑ekonomi petani padi Aceh untuk membangun keamanan pangan berkelanjutan. Keunikan-percent studi ini terletak pada hubungan fungsi tata kelola Keujruen Blang dengan Astagatra, yang diadopsi sebagai paradigma ketahanan nasional, suatu pendekatan yang belum banyak dibahas dalam literatur pembangunan pedesaan kontemporer. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen dari para pemangku kepentingan utama dalam pertanian padi dan tata kelola tradisional. Hasil: Keujruen Blang berfungsi tidak hanya sebagai mekanisme penyelesaian konflik dan administrasi agrikultur, namun juga sebagai basis modal sosial budaya. Organisasi ini menjaga tatanegara, mengelola sumber daya kelompok, dan menjadikan lembaga adat sebagai fondasi kebijakan berkelanjutan berbasis lokal.

Penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kebijakan bagi Keujruen Blang di Aceh masih menghadapi hambatan konseptual dan struktural, terutama karena integrasi nilai kebijaksanaan lokal ke dalam kebijakan publik masih tidak optimal dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan lembaga adat masih lemah.Potensi nilai budaya Aceh sangat besar untuk memperkuat keamanan pangan berkelanjutan, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan publik.Oleh karena itu, reformasi kebijakan teknis yang lebih jelas serta kebijakan insentif perlu dikembangkan untuk meningkatkan partisipasi petani dan memperkuat peran Keujruen Blang sebagai agen pembangunan berkelanjutan.

Penguatan Keujruen Blang sebagai lembaga adat perlu dilihat melalui lensa kebijakan yang adaptif. Pertama, penelitian lanjutan dapat menilai efektivitas kerangka hukum teknis yang mengharmoniskan peran Keujruen Blang dengan sistem pertanian modern. Kedua, studi dapat mengeksplorasi model pelatihanDriver berbasis digital yang menggab mensagens kebijaksanaan lokal dan pendidikan pertanian berbasis teknologi untuk meningkatkan partisipasi generasi muda. Ketiga, studi_student komparatif antara Aceh dengan wilayah lain dapat menilai praktik terbaik dalam integrasi tata kelola interstatal, sehingga merumuskan strategi kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam meneguhkan ketahanan pangan nasional.

  1. 0. 0 bioone.org/journals/journal-of-resources-and-ecology/volume-12/issue-4/j.issn.1674-764x.2021.04.002/The-Role-of-the-Important-Agricultural-Heritage-Systems-in-the/10.5814/j.issn.1674-764x.2021.04.002.full0 0 bioone journals journal of resources and ecology volume 12 issue 4 j issn 1674 764x 2021 04 002 The Role of the Important Agricultural Heritage Systems in the 10 5814 j issn 1674 764x 2021 04 002 full
  2. Mediating Role of Financial Transparency in Strengthening Economic Resilience | Jurnal Lemhannas RI.... doi.org/10.55960/jlri.v13i1.1071Mediating Role of Financial Transparency in Strengthening Economic Resilience Jurnal Lemhannas RI doi 10 55960 jlri v13i1 1071
  3. Digitalisation of Islamic Economy and Maqasid Sharia for Social Resilience and Welfare | Jurnal Lemhannas... doi.org/10.55960/jlri.v13i1.1153Digitalisation of Islamic Economy and Maqasid Sharia for Social Resilience and Welfare Jurnal Lemhannas doi 10 55960 jlri v13i1 1153
Read online
File size475.9 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test