UTPUTP

Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and CounselingCounsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling

Kesehatan reproduksi remaja adalah aspek penting dalam perkembangan, karena terkait langsung dengan kesiapan mereka dalam menghadapi perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan implikasinya terhadap layanan bimbingan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan teknik survei silang yang melibatkan 393 siswa kelas VIII dari tiga sekolah menengah pertama di Cikampek. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang dikembangkan berdasarkan ASRH-KASeQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa, yaitu 292 orang atau sekitar 74% responden, memiliki tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang sedang. Temuan ini menjadi dasar dalam merancang rencana implementasi layanan bimbingan kelompok, sesuai dengan Pedoman Operasional Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling (POP BK), yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi siswa.

Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkapkan bahwa siswa sekolah menengah pertama di Cikampek umumnya memiliki tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang sedang, terutama dalam hal pubertas, infeksi menular seksual (IMS), perilaku seksual bertanggung jawab, dan perlindungan dari pelecehan seksual.Meskipun ini menunjukkan pemahaman dasar, masih terdapat kesenjangan yang signifikan, terutama dalam pencegahan IMS dan pengambilan keputusan seksual.Temuan ini menekankan kebutuhan akan pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih baik dan partisipatif.Bimbingan kelompok di sekolah muncul sebagai pendekatan strategis untuk menumbuhkan sikap bertanggung jawab, berpikir kritis, dan kesadaran diri di antara remaja.Penguatan keterlibatan keluarga, pendidik, dan masyarakat juga penting untuk memastikan dukungan yang konsisten dan informasi yang akurat.Penelitian ini memiliki keterbatasan, karena hanya fokus pada siswa kelas VIII dari tiga sekolah di Cikampek, sehingga mengurangi generalisasi hasil.Selain itu, penelitian ini tidak mengeksplorasi faktor eksternal seperti pengaruh keluarga, media, atau dinamika sebaya yang mungkin mempengaruhi pengetahuan kesehatan reproduksi siswa.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan strategi pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih interaktif dan partisipatif, tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk mengembangkan kesadaran kritis, sikap bertanggung jawab, dan keterampilan pengambilan keputusan yang sehat. Penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode pendidikan kesehatan reproduksi yang inovatif dan efektif, seperti penggunaan teknologi, media sosial, atau pendekatan berbasis pengalaman.. . 2. Meneliti efektivitas berbagai teknik bimbingan kelompok dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini dapat mengeksplorasi teknik-teknik seperti diskusi, role-playing, sociodrama, atau home room, dan menganalisis dampak mereka pada pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja dalam hal kesehatan reproduksi.. . 3. Menganalisis pengaruh keluarga, media, dan dinamika sebaya terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana faktor-faktor eksternal ini mempengaruhi pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual mereka. Dengan memahami pengaruh faktor-faktor ini, strategi intervensi dan pendidikan dapat dikembangkan untuk memperkuat dukungan keluarga, meningkatkan literasi media, dan mempromosikan lingkungan yang sehat bagi remaja.

  1. Urgensi Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Bekal Pencegahan Stunting Di Desa Mendalanwangi... ejournal.staindirundeng.ac.id/index.php/meuseuraya/article/view/2870Urgensi Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja Sebagai Bekal Pencegahan Stunting Di Desa Mendalanwangi ejournal staindirundeng ac index php meuseuraya article view 2870
  2. SEX EDUCATION MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA | EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan... jurnalp4i.com/index.php/educational/article/view/1257SEX EDUCATION MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA EDUCATIONAL Jurnal Inovasi Pendidikan jurnalp4i index php educational article view 1257
  3. Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Santriwati... e-journal.uingusdur.ac.id/jousip/article/view/jousip415Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Santriwati e journal uingusdur ac jousip article view jousip415
  4. KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP POSITIF KESEHATAN... journal.upgris.ac.id/index.php/EMPATI/article/view/7753KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN SIKAP POSITIF KESEHATAN journal upgris ac index php EMPATI article view 7753
Read online
File size363.14 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test