UnnasUnnas

SARGA: Journal of Architecture and UrbanismSARGA: Journal of Architecture and Urbanism

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan representasi arsitektur yang menggabungkan nilai religius Islam dengan budaya lokal Jawa serta elemen modern, tercermin pada elemen seperti kubah, atap tajug, minaret, pola ruang, ornamen kaligrafi-batik, hingga Gerbang Al-Qonathir. Penelitian ini mengkaji bagaimana desain MAJT merepresentasikan harmoni antara nilai-nilai tradisional dan modernitas melalui simbolisme budaya dan inovasi arsitektural. Elemen seperti serambi yang terinspirasi dari masjid Arab dimodifikasi dengan pola U dan dilengkapi dengan elemen lokal seperti bedug serta air mancur sebagai interpretasi baru tempat wudhu. Kaligrafi Arab dipadukan dengan motif batik untuk merepresentasikan identitas Jawa, sementara Gerbang Al-Qonathir menggabungkan seni Romawi dan Jawa sebagai simbol keterbukaan budaya. Pola ruang masjid yang hierarkis dan inklusif mencerminkan adaptasi filosofi tata ruang Jawa dalam konteks modern. Desain keseluruhan MAJT menunjukkan perpaduan harmonis antara fungsi spiritual, sosial, dan budaya, menjadikannya ikon yang relevan sebagai pusat religius dan budaya di Jawa Tengah. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur dapat menjadi medium komunikasi yang efektif dalam menjembatani nilai-nilai tradisional, agama, dan inovasi modern secara holistik.

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah manifestasi arsitektur yang memadukan nilai religius Islam dengan identitas budaya lokal Jawa, sekaligus mengintegrasikan elemen global secara harmonis.Kajian terhadap elemen arsitektur, pola ruang, simbolisme budaya, serta ornamen masjid ini menunjukkan bagaimana MAJT berhasil merepresentasikan keislaman yang inklusif dan budaya Jawa yang kaya.Elemen-elemen seperti kubah, atap tajug, dan menara menunjukkan upaya menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.Pola ruang masjid yang hierarkis dan terbuka mengakomodasi kebutuhan spiritual sekaligus sosial, mempertegas fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan interaksi masyarakat.Modifikasi elemen tradisional, seperti Shan dan serambi, menunjukkan fleksibilitas desain arsitektur dalam menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan makna aslinya.Simbolisme budaya pada ornamen kaligrafi dan batik memperkaya estetika masjid sekaligus menyampaikan pesan integrasi nilai religius dan tradisional.Gerbang Al-Qonathir, sebagai salah satu elemen unik, melambangkan keterbukaan budaya melalui perpaduan gaya arsitektur Romawi dan Jawa, menegaskan semangat Islam yang universal dan adaptif terhadap konteks lokal.MAJT bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ikon budaya, pusat sosial, dan simbol harmoni antara nilai keislaman, tradisi lokal, dan pengaruh modern.Desain masjid ini menjadi bukti bahwa arsitektur dapat menjadi medium komunikasi yang menjembatani agama, budaya, dan inovasi secara holistik.Dengan demikian, MAJT tidak hanya melayani fungsi spiritual, tetapi juga menjadi perwujudan keberagaman budaya yang inklusif dan relevan sepanjang masa.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara MAJT dengan masjid-masjid lain di Indonesia yang juga mengadopsi elemen arsitektur global dan lokal. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana elemen-elemen tersebut digunakan dan diadaptasi dalam konteks masing-masing masjid, serta bagaimana hal itu mempengaruhi pengalaman spiritual dan sosial pengunjung. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak sosial dan budaya dari desain MAJT terhadap masyarakat sekitar, termasuk bagaimana masjid ini menjadi pusat kegiatan sosial dan religi, serta kontribusinya dalam memperkuat identitas kota Semarang. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana MAJT dapat menjadi model arsitektur religius yang inklusif dan adaptif, serta bagaimana desain ini dapat diterapkan di masjid-masjid lain di Indonesia untuk memperkuat identitas budaya lokal dan memperkuat hubungan antara agama dan masyarakat.

  1. Analisis fungsi ganda plaza pada atribut jamaah salat di Masjid Agung Jawa Tengah | Jurnal Arsitektur... doi.org/10.24843/jal.2020.v06.i01.p11Analisis fungsi ganda plaza pada atribut jamaah salat di Masjid Agung Jawa Tengah Jurnal Arsitektur doi 10 24843 jal 2020 v06 i01 p11
  2. Arsitektur Jawa pada Wujud Bentuk dan Ruang Masjid Agung Surakarta | Adityaningrum | Sinektika: Jurnal... doi.org/10.23917/sinektika.v17i1.10864Arsitektur Jawa pada Wujud Bentuk dan Ruang Masjid Agung Surakarta Adityaningrum Sinektika Jurnal doi 10 23917 sinektika v17i1 10864
  3. Arsitektur Islam: Seni Ruang dalam Peradaban Islam | Fikriarini | el Harakah: Jurnal Budaya Islam. arsitektur... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub/article/view/452Arsitektur Islam Seni Ruang dalam Peradaban Islam Fikriarini el Harakah Jurnal Budaya Islam arsitektur ejournal uin malang ac index php infopub article view 452
  4. Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam. revitalisasi masjid dialektika pelayanan kawasan... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/alidarah/article/view/1522Al Idarah Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam revitalisasi masjid dialektika pelayanan kawasan jurnal ar raniry ac index php alidarah article view 1522
Read online
File size536.61 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test