STKIPROKANIASTKIPROKANIA

JURNAL PENDIDIKAN ROKANIAJURNAL PENDIDIKAN ROKANIA

Rendahnya hasil belajar fisika siswa disebabkan oleh kurangnya pemahaman yang mengakibatkan sikap pasif. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model Discovery Learning yang dipadukan dengan aplikasi Kahoot terhadap hasil belajar fisika kelas X SMA Negeri 1 Kepenuhan Hulu. Metode kuantitatif dengan desain pre‑eksperimental satu kelompok pre‑test‑post‑test digunakan, melibatkan 20 siswa yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa tes pilihan ganda menunjukkan nilai rata‑rata pre‑test sebesar 44,52 dan post‑test sebesar 86,42; perhitungan N‑Gain menghasilkan 0,75 (kategori tinggi), yang menyimpulkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar setelah penerapan model tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning yang dipadukan dengan aplikasi Kahoot secara signifikan meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi energi terbarukan di kelas X1 SMA Negeri 1 Kepenuhan Hulu.Tingkat ketuntasan klasikal mencapai 95% dengan 16 dari 17 soal tuntas, sehingga skor rata‑rata melebihi batas ketuntasan minimal 75%.Sebanyak 19 siswa memenuhi standar ketuntasan (nilai rata‑rata >70), sementara hanya satu siswa yang nilainya di bawah standar (53).

Penelitian lanjutan dapat menguji sejauh mana model pembelajaran Discovery Learning yang dipadukan dengan aplikasi Kahoot dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran selain fisika, seperti kimia atau matematika, dengan melibatkan sampel siswa yang lebih luas dari beberapa sekolah menengah atas. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang membandingkan efektivitas model Discovery Learning‑Kahoot dengan metode pembelajaran tradisional berbasis ceramah, sehingga dapat diukur perbedaan signifikan dalam peningkatan nilai pre‑test dan post‑test serta tingkat ketuntasan siswa. Peneliti juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang penggunaan Discovery Learning‑Kahoot terhadap retensi pengetahuan dan motivasi belajar siswa, misalnya dengan melakukan pengukuran kembali setelah satu semester atau satu tahun pasca intervensi. Selain itu, variabel faktor pendukung seperti ketersediaan laboratorium, kompetensi guru dalam mengoperasikan aplikasi Kahoot, dan keterlibatan orang tua dapat diteliti untuk memahami pengaruhnya terhadap keberhasilan model pembelajaran ini. Dengan menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif, penelitian tersebut diharapkan memberikan gambaran komprehensif tentang potensi dan batasan penggunaan Discovery Learning bersamaan dengan teknologi interaktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat menengah.

Read online
File size384.12 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test