UBDUBD

Jurnal Ilmiah Bina EdukasiJurnal Ilmiah Bina Edukasi

Masih banyak guru yang menghadapi kendala dalam mengelola kelas dengan baik, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di SMP Swasta BNKP Luzamanu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengelolaan kelas terhadap minat belajar siswa dengan nilai t hitung sebesar = 4,790 > t tabel = 2,101 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru, maka semakin tinggi pula minat belajar siswa.

Pengelolaan kelas berhubungan kuat dan positif dengan minat belajar siswa (koefisien korelasi 0,748, kontribusi 55,95%).Setiap peningkatan satu satuan pengelolaan kelas meningkatkan minat belajar (koefisien regresi 0,723, persamaan Y = 24,33 0,723X) dan hasil uji‑t signifikan secara statistik.Oleh karena itu, pengelolaan kelas secara signifikan memengaruhi minat belajar siswa meskipun dipengaruhi juga faktor lain.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana penerapan teknologi digital dalam pengelolaan kelas memengaruhi minat belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan. Apakah penggunaan platform pembelajaran daring atau aplikasi manajemen kelas dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas dibandingkan metode konvensional? Selain itu, diperlukan perbandingan empiris antara model pengelolaan kelas tradisional dengan model berbasis kolaborasi siswa untuk menilai dampaknya terhadap minat belajar pada mata pelajaran berbeda. Bagaimana variasi model tersebut mempengaruhi motivasi intrinsik dan partisipasi aktif siswa pada mata pelajaran sains, bahasa, dan sosial? Penelitian longitudinal selama tiga sampai lima tahun dapat meneliti perkembangan kompetensi guru dalam manajemen kelas dan konsekuensinya terhadap peningkatan minat belajar siswa seiring waktu. Apakah peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan berkelanjutan menghasilkan perubahan signifikan pada tingkat minat belajar yang terukur? Selanjutnya, analisis faktor mediasi seperti iklim kelas, dukungan sosial, dan persepsi diri siswa dapat memperjelas mekanisme hubungan antara pengelolaan kelas dan minat belajar. Apakah iklim kelas yang kondusif berperan sebagai mediator utama dalam menghubungkan strategi pengelolaan kelas dengan peningkatan minat belajar? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan panduan praktis bagi sekolah dalam merancang kebijakan manajemen kelas yang lebih efektif dan adaptif.

Read online
File size405.88 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test