INSTITUTREINSTITUTRE
Journal of Aceh StudiesJournal of Aceh StudiesAceh menunjukkan paradoks perkembangan terbesar dalam sejarah Asia Tenggara. Meskipun menerima alokasi dana rekonstruksi internasional terbesar di wilayah tersebut, termasuk lebih dari tujuh miliar dolar AS dan ratusan triliun rupiah melalui dana otonomi khusus sejak 2008, tingkat kemiskinan Aceh mencapai 12,33% pada Maret 2025, hampir empat poin persentase di atas rata-rata nasional. Artikel ini menginvestigasi penyebab kegagalan rekonstruksi Aceh melalui analisis dokumen kualitatif, kerangka teoritis Institutionalization Before Liberalization (IBL), Hybrid Peace, dan Sustainable Reconstruction Framework (SRF). Hasilnya menunjukkan bahwa kegagalan rekonstruksi bukan karena ketiadaan sumber daya, tetapi karena ketidaktepatan urutan institusi yang dibutuhkan untuk mengelola sumber daya tersebut. Kekurangan sistem pemerintahan, kebijakan, partisipasi masyarakat, dan model pelayanan publik menyebabkan penyerapan dana oleh jaringan patron-klien lokal, bukan untuk pengembangan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pasca-konflik berkelanjutan memerlukan penyiapan kondisi pendukung sebelum penyaluran sumber daya, dan tanpa itu akan menghasilkan kerentanan struktural baru.
Kegagalan rekonstruksi Aceh disebabkan oleh penyaluran sumber daya sebelum sistem institusi yang mampu mengelolanya dibangun.Sistem pemerintahan, kebijakan, partisipasi masyarakat, dan model pelayanan publik tidak memadai saat liberalisasi fiskal terjadi, sehingga menyebabkan penyerapan dana oleh jaringan patron-klien lokal.Kondisi pendukung seperti sistem pemerintahan, kebijakan, partisipasi masyarakat, dan model pelayanan publik harus disiapkan sebelum penyaluran dana untuk memastikan pengembangan berkelanjutan.Kegagalan ini menunjukkan bahwa penyaluran sumber daya tanpa kondisi pendukung akan menghasilkan kerentanan struktural baru, bukan pengembangan yang berkelanjutan.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga arah utama. Pertama, mengevaluasi dampak reformasi sistem pemerintahan lokal terhadap efektivitas penggunaan dana otonomi khusus, khususnya dalam mengurangi korupsi dan meningkatkan transparansi. Kedua, menganalisis ketimpangan spasial dalam pembangunan Aceh, terutama perbedaan antara kota Banda Aceh dengan daerah pedesaan yang masih mengalami kemiskinan tinggi. Ketiga, mempelajari peran elit lokal dalam menyerap dana rekonstruksi dan bagaimana kebijakan pengawasan dapat dikembangkan untuk mencegah praktik pengalihan dana. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana mengintegrasikan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat, memperkuat sistem akuntabilitas, serta mengurangi ketergantungan pada sumber daya eksternal yang tidak diarahkan dengan baik.
- Post-Disaster Reconstruction | Lessons from Aceh | Matthew Clarke, Ism. disaster lessons aceh matthew... taylorfrancis.com/books/9781136541254Post Disaster Reconstruction Lessons from Aceh Matthew Clarke Ism disaster lessons aceh matthew taylorfrancis books 9781136541254
- Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/book/10.1057/9780230307032Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer book 10 1057 9780230307032
| File size | 368.99 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STIAMISTIAMI Infrastruktur Pendidikan, Penelitian DPRD memiliki fungsi sebagai lembaga pengontrol atau pengawas terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, apalagiInfrastruktur Pendidikan, Penelitian DPRD memiliki fungsi sebagai lembaga pengontrol atau pengawas terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah, apalagi
APPIHIAPPIHI Temuan-temuan ini menegaskan bahwa persoalan ketidakselarasan kewenangan bersifat struktural dan sistemik, bukan sekadar kendala teknis semata. KajianTemuan-temuan ini menegaskan bahwa persoalan ketidakselarasan kewenangan bersifat struktural dan sistemik, bukan sekadar kendala teknis semata. Kajian
UNTANUNTAN Kesimpulannya, tinjauan literatur sistematis ini mengungkap tantangan utama pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, antara lain kekuranganKesimpulannya, tinjauan literatur sistematis ini mengungkap tantangan utama pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, antara lain kekurangan
UNSUDAUNSUDA Sarana dan prasarana laboratorium khususnya Sekolah Menengah Kejuruan harus benar-benar mendapat perhatian lebih dari Kepala Sekolah agar menciptakan lulusanSarana dan prasarana laboratorium khususnya Sekolah Menengah Kejuruan harus benar-benar mendapat perhatian lebih dari Kepala Sekolah agar menciptakan lulusan
AKPOLAKPOL Penegakan hukum represif memiliki peran penting dalam pemberantasan tindak pidana, namun langkah-langkah preventif dan preemptif sebagai pencegahan jauhPenegakan hukum represif memiliki peran penting dalam pemberantasan tindak pidana, namun langkah-langkah preventif dan preemptif sebagai pencegahan jauh
FMIPAUKITFMIPAUKIT Penggunaan obat menunjukkan hasil bervariasi, dengan peresepan antibiotik mencapai 30,2% yang melebihi standar WHO (≤22,7%), mengindikasikan potensiPenggunaan obat menunjukkan hasil bervariasi, dengan peresepan antibiotik mencapai 30,2% yang melebihi standar WHO (≤22,7%), mengindikasikan potensi
STIKES ISFISTIKES ISFI coli dan K. pneumoniae ESBL positif terbanyak berasal dari ICU (41. 4%) dan Ruang Rawat Bedah (40. 8%). Hampir seluruh ruangan asal pengiriman spesimen,coli dan K. pneumoniae ESBL positif terbanyak berasal dari ICU (41. 4%) dan Ruang Rawat Bedah (40. 8%). Hampir seluruh ruangan asal pengiriman spesimen,
STIT BUNTETPESANTRENSTIT BUNTETPESANTREN Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai‑nilai agama,Kurikulum dilaksanakan dalam rangka membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai‑nilai agama,
Useful /
IAINGAWIIAINGAWI Pada penelitian ini, kami menggunakan cara tersebut untuk dapat mengatasi siswa yang membolos sekolah di SMA Negeri 1 Kedunggalar dengan klien dari kelasPada penelitian ini, kami menggunakan cara tersebut untuk dapat mengatasi siswa yang membolos sekolah di SMA Negeri 1 Kedunggalar dengan klien dari kelas
IAINGAWIIAINGAWI Musik dapat meningkatkan, memulihkan, dan menjaga kesejahteraan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual. Terapi musik Islami sangat ampuh dalamMusik dapat meningkatkan, memulihkan, dan menjaga kesejahteraan fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual. Terapi musik Islami sangat ampuh dalam
UNIMUSUNIMUS Latar belakang: Dermatofitosis superfisial adalah infeksi jamur yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan hidup bersama sepertiLatar belakang: Dermatofitosis superfisial adalah infeksi jamur yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan hidup bersama seperti
UNITAS PDGUNITAS PDG Percobaan dilakukan di bulan Juli - September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap Faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama pemberianPercobaan dilakukan di bulan Juli - September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap Faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama pemberian