UNIMUSUNIMUS

Jurnal of Public Health and Tropical DiseasesJurnal of Public Health and Tropical Diseases

Latar belakang: Dermatofitosis superfisial adalah infeksi jamur yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan hidup bersama seperti pesantren Islam, di mana kontak dekat dan kebersihan yang tidak optimal memfasilitasi penyebaran. Faktor perilaku, termasuk pengetahuan, sikap, dan kebersihan pribadi, memainkan peran penting dalam memengaruhi rentan individu terhadap dermatofitosis. Metode: Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan, sikap, dan kebersihan pribadi dengan insiden dermatofitosis superfisial di kalangan siswa pesantren Islam di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Hasil: Pengetahuan (p=0,023; OR=2,424; 95% CI: 1,124–5,229), sikap (p=0,007; OR=5,453; 95% CI: 1,428–20,816), dan kebersihan pribadi (p<0,001; OR=40,000; 95% CI: 5,120–312,470) secara signifikan terkait dengan dermatofitosis superfisial. Kebersihan pribadi buruk menunjukkan asosiasi terkuat dengan terjadinya penyakit. Diskusi: Temuan ini menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan dan sikap yang tidak mendukung dapat menyebabkan perilaku kebersihan yang buruk, meningkatkan risiko penularan dermatofitosis di lingkungan pendidikan padat. Kesimpulan: Faktor perilaku, terutama kebersihan pribadi, merupakan penentu utama dermatofitosis superfisial di kalangan siswa pesantren Islam. Penguatan pendidikan kesehatan, promosi kebersihan, dan intervensi pencegahan di lingkungan pesantren sangat penting untuk mengurangi beban dermatofitosis.

Faktor perilaku, khususnya kebersihan pribadi, merupakan penentu utama dermatofitosis superfisial di kalangan siswa pesantren Islam.Penguatan pendidikan kesehatan, promosi kebersihan, dan intervensi pencegahan di lingkungan pesantren sangat penting untuk mengurangi beban dermatofitosis.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas program edukasi kebersihan pribadi berbasis komunitas di lingkungan pesantren, mengkaji dampak faktor lingkungan seperti kelembapan dan ventilasi terhadap penularan dermatofitosis, serta mengevaluasi peran keterlibatan orang tua dalam memperkuat sikap positif siswa terhadap pencegahan penyakit. Dengan memperluas cakupan penelitian ke wilayah lain atau populasi yang berbeda, hasilnya dapat memberikan wawasan lebih luas tentang strategi pencegahan yang universal. Selain itu, studi tentang pengembangan alat bantu digital untuk memantau kebersihan pribadi dan pengetahuan siswa dapat menjadi arah penelitian yang inovatif. Semua saran ini bertujuan untuk mengisi celah penelitian yang ada dan meningkatkan upaya pencegahan secara holistik.

  1. Pathogenesis, Immunology and Management of Dermatophytosis. pathogenesis immunology management next article... mdpi.com/2309-608X/8/1/39Pathogenesis Immunology and Management of Dermatophytosis pathogenesis immunology management next article mdpi 2309 608X 8 1 39
  2. Indications of Dermatophyte Fungi on the Toes of Natural Stone Workers in Bobos Village, Dukupuntang... doi.org/10.36990/hijp.vi.166Indications of Dermatophyte Fungi on the Toes of Natural Stone Workers in Bobos Village Dukupuntang doi 10 36990 hijp vi 166
Read online
File size272.54 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test