STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Siswa berisiko mengalami cedera di lingkungan sekolah, menjadikan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai komponen penting dalam pendidikan kesehatan. Namun, pengetahuan P3K di kalangan siswa mungkin masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi P3K terhadap pengetahuan siswa di SMAN 3 Martapura. Studi ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2024 di SMAN 3 Martapura. Sampel terdiri dari 40 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi P3K. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 63,64 sebelum intervensi menjadi 87,39 setelah intervensi, mewakili peningkatan 23,75 poin atau 37,3%. Uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan perbedaan signifikan dalam skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (Z = -5,521; p < 0,001). Edukasi P3K berhubungan dengan peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa mengenai P3K di SMAN 3 Martapura. Edukasi P3K reguler dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari program pendidikan kesehatan sekolah. Studi lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai keterampilan praktis P3K selain pengetahuan.

Sosialisasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai prinsip dan tindakan awal menghadapi cedera.Oleh karena itu, edukasi P3K perlu diintegrasikan secara berkala sebagai bagian dari pendidikan kesehatan di sekolah.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melengkapi pengukuran pengetahuan dengan penilaian keterampilan praktik P3K secara komprehensif.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus dari sekadar peningkatan pengetahuan ke arah evaluasi keterampilan praktis pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang nyata. Studi di masa depan dapat merancang intervensi edukasi P3K yang secara eksplisit mencakup demonstrasi dan simulasi praktik, kemudian mengukur dampaknya terhadap kemampuan siswa dalam melakukan tindakan P3K secara benar di situasi simulasi, bukan hanya melalui kuesioner. Penting juga untuk meneliti bagaimana pengetahuan dan keterampilan P3K siswa dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Ini bisa dilakukan dengan mengevaluasi efektivitas program edukasi P3K yang berkelanjutan atau terintegrasi dalam kurikulum sekolah, mungkin dengan pengukuran berkala untuk melihat retensi informasi dan kemampuan praktis seiring waktu. Selain itu, mengingat variasi respons siswa terhadap sosialisasi P3K, studi komparatif bisa dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai metode penyampaian edukasi P3K — misalnya, intervensi berbasis ceramah murni versus yang diperkaya dengan praktik langsung atau penggunaan media interaktif. Penelitian semacam ini dapat menganalisis faktor-faktor moderasi seperti pengalaman P3K sebelumnya, keanggotaan dalam organisasi seperti PMR, atau gaya belajar individu yang mungkin memengaruhi hasil belajar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang cara terbaik untuk meningkatkan kesiapan P3K di kalangan siswa secara efektif dan berkelanjutan, memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh tidak hanya teoritis tetapi juga dapat diaplikasikan dalam praktik nyata serta bertahan lama.

  1. Level of Knowledge of First Aid for Student Injuries at Hidayatullah Islamic Junior High School Martapura... journal.unnes.ac.id/journals/peshr/article/view/20843Level of Knowledge of First Aid for Student Injuries at Hidayatullah Islamic Junior High School Martapura journal unnes ac journals peshr article view 20843
Read online
File size255.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test