IIMSURAKARTAIIMSURAKARTA

Mamba'ul 'UlumMamba'ul 'Ulum

Kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) memainkan peran penting dalam kesuksesan, namun perlu diingat bahwa kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) sendiri tidak menjamin kesuksesan dan kebahagiaan, dan keduanya harus seimbang dengan kecerdasan spiritual. Jika tidak, akan memengaruhi perkembangan mental dan psikologis siswa, membuat mereka terasing dari Tuhan. Masalah umum yang dihadapi siswa selama proses pembentukan kepribadian adalah mengelola komunikasi dan perilaku dalam lingkungan sosial, terutama dalam hal kecerdasan emosional, siswa tidak dapat mengendalikan emosinya, terlalu sensitif, egois, cenderung melakukan hal-hal buruk, mudah terpengaruh, ambisius, dan meragukan diri sendiri. Sebagian besar masalah muncul ketika pendidikan agama tidak berdampak pada pembentukan karakter, sehingga siswa tidak memiliki dasar kehidupan sosial, dan mengalami ketidakseimbangan fisik dan mental. Oleh karena itu, pendidikan Islam diperlukan sebagai sarana untuk memperoleh akses dan mengontrol perilaku semua siswa, baik yang menyimpang maupun tidak, sehingga siswa mampu mengendalikan perilaku mereka sehingga membentuk individu berdasarkan ajaran agama.

Penelitian ini menemukan bahwa aspek-aspek seperti kesadaran diri, pengelolaan emosi, keterampilan sosial, dan empati menjadi kunci dalam membentuk kecerdasan emosional peserta didik melalui pendidikan agama Islam.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berdampak signifikan pada penyesuaian diri peserta didik secara pribadi dan sosial.Oleh karena itu, pendidikan agama Islam perlu disesuaikan agar peserta didik mampu menghadapi lingkungan dengan lebih dewasa dan penuh makna.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada peran keluarga dalam membangun kecerdasan emosional peserta didik melalui pendidikan agama Islam, karena lingkungan keluarga merupakan fondasi awal pembentukan kepribadian. Selanjutnya, perlu diexplore dampak penggunaan media digital terhadap perkembangan kecerdasan emosional dalam konteks pendidikan agama, mengingat pengaruh teknologi saat ini yang signifikan. Terakhir, peneliti dapat mengkaji efektivitas metode pembelajaran tertentu, seperti pembelajaran berbasis proyek atau kolaboratif, dalam meningkatkan empati dan keterampilan sosial peserta didik. Ketiga arah ini dapat mengisi celah penelitian yang belum terpenuhi, sekaligus memberikan wawasan baru untuk pengembangan pendidikan agama Islam yang lebih holistik.

Read online
File size603.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test