PNLPNL

Jurnal VokasiJurnal Vokasi

Edukasi pertolongan pertama bagi siswa sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan siswa, khususnya keterampilan pertolongan pertama dasar, dengan pendekatan pendidikan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan ini melibatkan 60 siswa kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri 2 Kandang Mas. Pertolongan pertama merupakan upaya awal yang sangat penting dalam mencegah kondisi korban memburuk sebelum mendapat bantuan medis lebih lanjut. Namun, pemahaman pertolongan pertama di kalangan siswa sekolah dasar masih sangat terbatas, terutama dalam mengenali keadaan darurat ringan dan tindakan awal yang tepat. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya pelatihan atau pendidikan sistematis tentang pertolongan pertama di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, Program Studi S-1 Farmasi, Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama, Kudus melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan interaktif dengan tema memahami pertolongan pertama yang ditujukan kepada siswa SD Negeri 02 Kandangmas, Kudus. Kegiatan pendidikan dilaksanakan oleh mahasiswa program studi S1-Farmasi Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus melalui serangkaian persiapan survei lokasi, persiapan materi pendidikan, penyediaan alat bantu visual, media simulasi, dan konsumsi mahasiswa. Tahap pelaksanaannya meliputi kuliah tindakan pertolongan pertama seperti penanganan luka ringan, luka bakar, epilepsi, mimisan, pingsan, dan tersedak, serta permainan edukatif untuk mempertajam pemahaman mahasiswa. Tahap evaluasinya dilakukan melalui kuis, sesi tanya jawab, dan observasi langsung keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa yang signifikan, ditandai dengan kemampuan mereka menyebutkan langkah-langkah penanganan luka ringan dan mendemonstrasikan teknik pertolongan pertama dasar secara mandiri melalui simulasi.

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi pertolongan pertama berbasis pembelajaran interaktif di SD Negeri Kandangmas berhasil meningkatkan pengetahuan siswa mengenai prinsip-prinsip pertolongan pertama.Keberhasilan program ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai post-test yang secara statistik lebih tinggi dibandingkan nilai pre-test.Program edukasi serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dan diintegrasikan ke dalam kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau program pendidikan kesehatan di sekolah guna mempertahankan serta meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan pertolongan pertama pada anak usia sekolah.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Membangun kurikulum jangka panjang tentang pertolongan pertama yang disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif anak usia sekolah, dengan fokus pada simulasi interaktif dan media visual untuk meningkatkan retensi pengetahuan. (2) Mengintegrasikan teknologi seperti aplikasi edukasi berbasis game atau video animasi untuk memperluas akses pembelajaran pertolongan pertama di luar lingkungan sekolah, terutama bagi siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan langsung. (3) Melibatkan orang tua dalam program edukasi pertolongan pertama melalui pelatihan khusus, sehingga membentuk lingkungan yang mendukung penerapan keterampilan pertolongan pertama di rumah dan masyarakat. Ketiga arah penelitian ini bertujuan memperkuat keberlanjutan program dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat secara menyeluruh.

Read online
File size178.88 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test