UNKHAIRUNKHAIR

Khairun Journal of Advocacy And Legal ServicesKhairun Journal of Advocacy And Legal Services

Perkawinan usia dini masih menjadi salah satu isu perlindungan anak yang membutuhkan penanganan serius di Kota Ternate. Minimnya pemahaman pelajar mengenai risiko kesehatan, psikologis, sosial, serta konsekuensi hukum dari perkawinan dini berpotensi menghambat pemenuhan hak-hak anak, termasuk hak atas pendidikan dan perkembangan optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi hukum dan kesadaran pelajar mengenai pentingnya pencegahan perkawinan usia dini sebagai upaya perlindungan hak anak. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan hukum, diskusi, dan kelompok terarah. Kegiatan dilaksanakan pada SMA IT Nurul Hasan Kota Ternate dengan melibatkan siswa kelas X dan XI. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai dampak perkawinan dini dan hak-hak anak, terlihat dari kuis yang diberikan narasumber serta meningkatnya komitmen sekolah dalam menerapkan program pencegahan.

Pencegahan pernikahan dini pada kalangan pelajar dibutuhkan peran aktif orang tua dan lingkungan dalam memberikan perlindungan anak dengan memberikan edukasi kepada anak terhadap konsekuensi dari perkawinan usia dini, lingkungan dengan peran masyarakat ialah melakukan sosialisasi tentang dampak dan bahaya akan perkawinan dini dengan menggunakan media di sekolah, terhadap hak-hak anak, kesehatan seksual dan reproduksi.dan Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan informal bagi anak, dengan memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas akan menunda perkawinan bagi anak perempuan, dengan cara melatih, mendukung dan mendaftar anak-anak perempuan untuk bersekolah, program peningkatan kurikulum di sekolah dengan materi ketrampilan hidup, juga kesehatan reproduksi, bahaya AIDS/HIV, dan peningkatan kesadaran gender, adanya program motivasi agar anak-anak tergerak dengan tujuan agar anak-anak bersedia menjalani akan proses belajar mengajar di sekolah adanya semangat dan kemauan untuk belajar dan melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi.

Pertama, perlu dikembangkan program edukasi berbasis digital untuk menjangkau lebih banyak pelajar, terutama melalui platform media sosial yang ramai digunakan remaja. Kedua, kolaborasi dengan tokoh masyarakat setempat dapat meningkatkan kepercayaan dan keberlanjutan program, terutama dalam menyampaikan pesan pencegahan perkawinan dini secara budaya lokal. Ketiga, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas metode sosialisasi yang telah digunakan, seperti diskusi terbuka dan permainan edukatif, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program di lingkungan sekolah lain.

Read online
File size2.19 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test