POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Kader memiliki tugas penting dalam membantu peningkatan kesehatan masyarakat dan percepatan penurunan stunting. Prevalensi stunting di Tasikmalaya pada tahun 2021 sebesar 14,81%, dengan angka ibu hamil KEK 270 dan bayi stunting tercatat 6263 bayi. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi pengumpulan data dasar, survei mawas diri sebelum menentukan prioritas masalah dan melakukan intervensi sebagai tindak lanjut. Tahap intervensi refreshing kader menggunakan buku KIA sebagai media promosi kesehatan mengenai pemberian makanan tambahan pada bayi di atas 6 bulan dan Ibu hamil KEK, serta pengukuran pertumbuhan-perkembangan anak. Hasil pengukuran pertumbuhan 27 bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun didapatkan 6 diantaranya berada di di bawah garis hijau namun masih berkategori normal, 3 lainnya berstatus gizi kurang dan 3 bayi mengalami penuruan berat badan karena sakit. Hasil pengukuran peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dan ibu balita setelah dilakukan pendampingan oleh kader dan mahasiswa didapatkan hasil ῥ<0,05, sehingga refreshing kader mengenai buku KIA dan pendampingan pada ibu hamil dan ibu bayi efektif meningkatkan pengetahuan. Diskusi pendampingan buku KIA dan peran kader menjadi salah satu hal penting dalam meningkatkan pengetahuan, sehingga buku KIA menjadi media promosi kesehatan sederhana dan utama dalam pemberian informasi dan konseling.

Refresing yang dilakukan kepada kader kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemenuhan nutri dan pemberian makanan tambahan menggunakan buku KIA efektif meningkatkan pengetahuan dan menjadi langkah awal untuk perubahan prilaku pemenuhan nutrisi, sehingga dapat menurunkan angka masalah gizi baik pada ibu hami dan bayi.

Untuk meningkatkan peran kader dalam menurunkan stunting, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang fokus pada pengembangan dan implementasi strategi edukasi yang efektif. Strategi ini dapat mencakup pelatihan intensif bagi kader tentang pemahaman gizi, nutrisi, dan praktik pemberian makanan tambahan yang tepat. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi metode inovatif dalam penyampaian informasi, seperti penggunaan teknologi digital atau media sosial, untuk menjangkau lebih banyak kader dan masyarakat. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak intervensi ini terhadap penurunan prevalensi stunting di wilayah tersebut. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi perilaku gizi masyarakat, sehingga strategi edukasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lokal. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menurunkan stunting di wilayah tersebut dan meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Read online
File size821.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test