POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Peningkatan intoleransi dan potensi radikalisasi di kalangan generasi muda menjadi ancaman serius terhadap stabilitas sosial dan keamanan nasional. Pesantren, sebagai institusi pendidikan berbasis keagamaan, menjadi titik strategis dalam membentuk karakter moderat dan toleran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya toleransi dan bahaya radikalisme melalui edukasi lintas sektoral serta pemeriksaan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Muhajirin, Kota Tasikmalaya, melibatkan 31 peserta, mayoritas perempuan (65%) berusia 21–30 tahun. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan dari Kesbangpol, Intelkam, dan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, disertai pre-test dan post-test serta pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, glukosa, berat dan tinggi badan. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dengan nilai “Sangat Baik meningkat dari 6,45% menjadi 25,81%. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan 93,55% peserta memiliki kadar hemoglobin di bawah normal, menunjukkan potensi masalah gizi yang perlu ditindaklanjuti. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi toleransi yang disertai intervensi kesehatan memiliki dampak positif terhadap pemahaman ideologis dan kondisi fisik generasi muda. Pendekatan komprehensif semacam ini penting untuk diterapkan secara luas dalam upaya pencegahan radikalisme dan pembangunan masyarakat yang sehat secara fisik, mental, dan ideologi.

Edukasi lintas sektoral berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang toleransi dan bahaya radikalisme, terlihat dari peningkatan nilai post-test hingga 25,81% peserta mencapai kategori Sangat Baik.Pemeriksaan kesehatan mengungkapkan 93,55% peserta memiliki kadar hemoglobin di bawah normal, menunjukkan kebutuhan intervensi gizi untuk mencegah anemia.Pendekatan edukasi berbasis pesantren yang menggabungkan nilai toleransi dan kesehatan efektif dalam membangun generasi muda yang sehat secara fisik, mental, dan ideologis.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan platform edukasi digital berbasis pesantren untuk memperluas cakupan pencegahan radikalisme. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas program pemberdayaan gizi berbasis komunitas dalam meningkatkan kadar hemoglobin santri. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi korelasi antara pendidikan multikultural dan penurunan risiko konflik ideologis di lingkungan pesantren.

  1. Pengaruh Intensitas Melihat Iklan di Instagram terhadap Pengetahuan dan Perilaku Konsumtif Remaja Putri... doi.org/10.20885/komunikasi.vol13.iss2.art5Pengaruh Intensitas Melihat Iklan di Instagram terhadap Pengetahuan dan Perilaku Konsumtif Remaja Putri doi 10 20885 komunikasi vol13 iss2 art5
Read online
File size735.16 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test