POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA

Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes TasikmalayaProsiding Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Sasaran remaja di Kota Cirebon adalah berkisar 3679 yang tersebar di 22 wilayah. Jumlah remaja terbanyak ada di wilayah kerja Puskesmas Majasem. Kendala yang ada pada Puskesmas Majasem diantaranya: kegiatan edukasi pada remaja belum rutin dilakukan, antusiasme remaja pada kegiatan posyandu remaja masih kurang dan masih adanya pernikahan dini pada remaja. Berdasarkan data tersebut, dilakukan edukasi melalui program RemCINTA melalui pelatihan konselor teman sebaya. Bertempat di Posyandu Remaja Puskesmas Majasem Kota Cirebon dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Agustus 2024, melibatkan 30 orang remaja putri, 1 orang bidan koordinator dan 5 orang kader. Tujuannya untuk meningkatkan pemberdayaan remaja dalam pencegahan stunting melalui konselor teman sebaya. Diawali dengan melatih calon konselor teman sebaya pada 5 orang remaja putri. Selanjutnya konselor teman sebaya memberikan edukasi pada tim kecil. Satu orang konselor remaja memberikan edukasi kepada 5 orang remaja putri lainnya. Edukasi yang diberikan menggunakan media video animasi. Evaluasi menggunakan kuesioner pre test dan post test tentang pengetahuan dan sikap dalam pencegahan anemia. Hasilnya terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan anemia, konseling teman sebaya dapat dijadikan sebagai metode alternatif untuk memberikan edukasi, khususnya tentang pencegahan anemia dan pemberdayaan pada remaja putri berupa terbentuknya konselor teman sebaya yang berkomitmen untuk mengaktifkan kegiatan posyandu remaja.

Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan anemia.Konseling teman sebaya dapat dijadikan sebagai metode alternatif untuk memberikan edukasi, khususnya tentang pencegahan anemia dan pemberdayaan pada remaja putri berupa terbentuknya konselor teman sebaya yang berkomitmen untuk mengaktifkan kegiatan posyandu remaja.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas program RemCINTA pada kelompok remaja dengan karakteristik berbeda, seperti remaja di daerah terpencil atau dengan akses layanan kesehatan terbatas. Selain itu, perlu dilakukan studi jangka panjang untuk mengevaluasi dampak konseling teman sebaya terhadap penurunan angka stunting secara signifikan. Penelitian juga dapat mengembangkan pendekatan integrasi antara edukasi anemia dengan pencegahan penyakit tidak menular lainnya, seperti diabetes atau hipertensi, untuk meningkatkan kesehatan komprehensif remaja putri.

  1. Screening Anemia remaja Putri di Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Dauh Puri | Jurnal Pengabdian... ejurnal.universitas-bth.ac.id/index.php/P3M_JUPEMAS/article/view/1028Screening Anemia remaja Putri di Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Di Desa Dauh Puri Jurnal Pengabdian ejurnal universitas bth ac index php P3M JUPEMAS article view 1028
Read online
File size713.59 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test