POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU

JURNAL MEDIA KESEHATANJURNAL MEDIA KESEHATAN

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah meningkatkan prevalensi cyberbullying di kalangan remaja. Self-efficacy dianggap sebagai faktor psikologis penting yang mempengaruhi perilaku pencegahan cyberbullying. Memahami hubungan ini sangat penting untuk mengembangkan strategi pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji asosiasi antara self-efficacy dan perilaku pencegahan cyberbullying di antara siswa kelas XI SMAN 2 Rangkasbitung. Studi kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan di SMAN 2 Rangkasbitung pada 3 Maret 2026. Self-efficacy diukur menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES), dengan koefisien validitas berkisar antara 0,373 hingga 0,573 dan Cronbachs alpha sebesar 0,805. Perilaku pencegahan cyberbullying dinilai menggunakan kuesioner Rifga, dengan koefisien validitas item ≥0,30 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,908. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-Square Pearson pada tingkat signifikansi p < 0,05. Sebagian besar responden memiliki self-efficacy sedang hingga tinggi, sedangkan perilaku pencegahan cyberbullying umumnya rendah. Ditemukan asosiasi yang signifikan antara self-efficacy dan perilaku pencegahan cyberbullying (χ² = 111,562, df = 4, p < 0,001). Semua asumsi Chi-Square terpenuhi, dan Cramers V (0,783) menunjukkan asosiasi yang kuat. Kesimpulan: Self-efficacy yang lebih tinggi secara signifikan terkait dengan perilaku pencegahan cyberbullying yang lebih baik. Penguatan self-efficacy remaja melalui intervensi pendidikan dan berbasis sekolah dapat mempromosikan interaksi online yang lebih aman dan meningkatkan upaya pencegahan cyberbullying.

Self-efficacy yang lebih tinggi secara signifikan terkait dengan perilaku pencegahan cyberbullying yang lebih baik.Penguatan self-efficacy remaja melalui intervensi pendidikan dan berbasis sekolah dapat mempromosikan interaksi online yang lebih aman dan meningkatkan upaya pencegahan cyberbullying.Studi ini menunjukkan bahwa self-efficacy merupakan faktor psikologis penting dalam perilaku pencegahan cyberbullying.Adolesen dengan self-efficacy tinggi cenderung lebih proaktif dalam mencegah cyberbullying dan mempromosikan perilaku digital yang bertanggung jawab.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku pencegahan cyberbullying di kalangan remaja.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal yang menyelidiki efek jangka panjang dari intervensi pendidikan dan berbasis sekolah terhadap self-efficacy remaja dan perilaku pencegahan cyberbullying. Selain itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif remaja tentang self-efficacy dan strategi pencegahan cyberbullying yang mereka gunakan. Terakhir, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan self-efficacy dan perilaku pencegahan cyberbullying di antara remaja dari berbagai latar belakang sosial dan budaya.

  1. The Relationship Between Self-Efficacy And Cyberbullying Prevention Behaviors Among Eleventh-Grade Students... ojs.poltekkesbengkulu.ac.id/index.php/jmk2/article/view/1367The Relationship Between Self Efficacy And Cyberbullying Prevention Behaviors Among Eleventh Grade Students ojs poltekkesbengkulu ac index php jmk2 article view 1367
Read online
File size382.24 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test