UNCMUNCM

Jurnal Genta MuliaJurnal Genta Mulia

Kesulitan belajar atau learning disability merupakan sebuah kesulitan dimana siswa mengalami hambatan-hambatan dalam pembelajaran yang dapat menyebabkan siswa mengalami prestasi atau hasil belajar yang rendah. Dalam mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor di SMKN 4 Kota Serang, dimana dalam penilian tengah semester yang telah dilakukan sebesar 77,4% nilai siswa belum mencapai KKM. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa kelas XI teknik bisnis sepeda motor di SMKN 4 Kota Serang pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor. Kesulitan belajar sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Metode penelitian ini adalah Kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui angket kuisioner yang diberikan ke 40% siswa dari keseluruhan siswa kelas XI teknik bisnis sepeda motor di SMKN 4 Kota Serang. Angket ini diberikan megunakan google from untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang merka alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XI Teknik Bisnis Sepeda Motor mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Kesulitan tersebut disebabkan oleh faktor materi pembelajaran yang sulit dipahami (41,7%), Metode pengajaran yang tidak efektif (0%), kurangnya sumber belajar yang memadai (33,3%), kurangnya praktek langsung (16,7%), Rasa tidak tertarik dengan materi pembelajaran (8,3%).

Kesulitan belajar terjadi kepada siswa yang mengalami hambatan dalam proses pembelajaran dan kegagalan dalam situasi belajar tertentu.Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah berbagai hambatan dalam menyimak, berbicara, membaca, menulis, berhitung, dan lain-lain yang disebabkan oleh faktor internal dalam diri individu, yaitu gangguan fungsi otak ringan.Adapun penyebab terbesar kesulitan belajar siswa kelas 11 TBSM terkait pembelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor (PMSM) pertengahan semester gasal disebabkan oleh materi pembelajaran yang sulit dipahami (41,7%), kurangnya sumber belajar yang memadai (33,3%), kurangnya praktek langsung (16,7%), rasa tidak tertarik dengan materi pembelajaran (8,3%).

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada studi mixed‑methods yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam kepada siswa dan guru untuk mengidentifikasi faktor psikologis serta pedagogis yang tidak terungkap dalam penelitian kuantitatif semata; selanjutnya, perlu dilakukan percobaan intervensi dengan mengimplementasikan model pembelajaran berbasis proyek atau problem‑based learning pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor, guna mengukur apakah pendekatan aktif dapat menurunkan persentase kesulitan belajar yang disebabkan oleh materi sulit dipahami dan kurangnya praktek langsung; terakhir, disarankan untuk merancang dan menguji platform pembelajaran digital yang menyediakan sumber belajar multimedia (video, simulasi, modul interaktif) serta menilai dampaknya terhadap peningkatan motivasi dan pemahaman siswa, khususnya pada aspek yang berkaitan dengan minat belajar dan akses sumber belajar yang memadai.

Read online
File size176.88 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test