STKIP BUDIDAYASTKIP BUDIDAYA

One moment, please...One moment, please...

Studi ini meneliti perbedaan representasi karakter dan simbolisme dalam film horor Indonesia tahun 2025 Pengantin Iblis dan Pengantin Setan, menganalisis bagaimana masing-masing film terlibat dengan tema-tema yang berakar pada sastra dan budaya populer. Sebagai pencitraan ulang kontemporer dari kiasan horor tradisional, kedua film menyajikan penggambaran unik tentang kejahatan, feminitas, dan hal-hal gaib, yang mencerminkan lanskap budaya dan spiritual Indonesia yang terus berkembang. Melalui analisis komparatif dari penceritaan visual, konstruksi karakter, dan elemen simbolis, penelitian ini menyoroti bagaimana masing-masing film mewujudkan interpretasi yang berbeda dari cerita rakyat, mitos, dan kepercayaan agama. Studi ini memanfaatkan teori sastra, semiotika, dan studi budaya untuk menyelidiki bagaimana struktur naratif dan citra simbolik mengomunikasikan kecemasan masyarakat yang lebih luas, khususnya yang menyangkut peran gender, batasan moral, dan pelanggaran spiritual. Pengantin Iblis condong ke arah penggambaran kejahatan yang lebih tradisional dan ritualistik, Pengantin Setan menggabungkan estetika horor modern dan ketegangan psikologis, yang mengungkap pergeseran dalam ekspektasi penonton dan wacana budaya. Dengan menempatkan film-film ini dalam kerangka budaya populer dan warisan sastra Indonesia, penelitian ini mengungkap bagaimana sinema horor terus berfungsi sebagai media yang ampuh untuk menegosiasikan identitas, tradisi, dan modernitas. Penelitian ini berkontribusi pada bidang studi film Asia Tenggara yang sedang berkembang dan memperdalam pemahaman tentang tradisi naratif Indonesia yang kaya dalam media kontemporer.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Pengantin Iblis dan Pengantin Setan menawarkan pendekatan berbeda dalam representasi karakter dan simbolisme yang mencerminkan perubahan budaya Indonesia.Pengantin Iblis mempertahankan nilai tradisional melalui narasi yang berfokus pada kepercayaan dan peran gender, sementara Pengantin Setan mengeksplorasi konflik psikologis dan kritik terhadap norma sosial.Kedua film ini menegaskan peran sinema horor sebagai medium yang efektif untuk menggambarkan dinamika identitas, tradisi, dan modernitas dalam masyarakat Indonesia.

1. Analisis perbandingan lebih lanjut antara film horor Indonesia dengan film dari negara lain untuk memahami pengaruh budaya global terhadap naratif lokal. 2. Studi tentang pengaruh peran gender dalam film horor terhadap persepsi masyarakat terhadap kekerasan dan kekuasaan. 3. Penelitian mengenai peran teknologi dalam mengubah cara penyampaian simbolisme dan narasi horor di era digital, serta dampaknya terhadap audiens muda.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/mac0000079APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 mac0000079
Read online
File size362.49 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test