169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Domyak merupakan sarana ritual meminta hujan yang berasal dari kaki Gunung Burangrang Desa Pasir Angin Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta. Pada tahun 1920 Domyak tersebut dinamakan buncis dan pada tahun 1990 berubah menjadi Domyak yang berarti (ngadogdog dan rampayak) bermain musik dogdog dengan tarian. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pedagogis yang terdapat pada ritual Domyak serta poses ritual domyak. Penyajiannya dilakukan dalam beberapa tahapan-tahapan yang juga diiringi oleh beberapa bentuk seni pertunjukan. Ritual Domyak dipertunjukkan dalam bentuk helaran atau arak-arakan maupun menggunakan panggung. Teori taksonomi Bloom digunakan untuk menggali nilai-nilai pedagogis dalam ritual domyak. Data kualitatif dikumpulkan melalu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian mencakup nilai-nilai pedagogis yang terdapat dalam tujuan pendidikan, pendidikan, isi pendidikan serta alat pendidikan yang digunakan. Tujuan pendidikan yakni setiap warga masyarakat harus menguasai adat tradisi terutama dalam ritual Domyak untuk meminta hujan; Isi pendidikan yakni tradisi ritual yang diturunkan secara turun temurun dari tahun 1920 sampai saat ini; Alat pendidikan yang digunakan berupa pembiasaan, pengawasan, perintah, larangan dan ganjaran dalam kegiatan ritual tersebut, seperti: dalam memulai ritual dengan berdoa dan perintah untuk memandikan kucing dalam kegiatan ritual tersebut.

Ritual Domyak merupakan sarana meminta hujan yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Pasir Angin, Darangdan, Purwakarta dan merupakan ritual turun temurun dari tahun 1920.Ini meliputi empat bagian yaitu persiapan, gending tatalu (kegiatan memukul alat musik), ngadoa (berdoa), dan hiburan.Berdasarkan penelitian, nilai-nilai pedagogis yang terkandung dalam ritual Domyak yakni pada saat kegiatan ngadoa, dimaksudkan untuk memohon izin kepada Allah SWT agar pertunjukan Ritual Domyak ini berjalan dengan lancar serta diberikan perlindungan.Setelah melakukan doa selanjutnya pemain melantunkan kidung beberapa bait yang bertujuan memanggil roh-roh binatang dan karuhun.Adapun kidung yang dinyanyikan adalah sebagai berikut.Ti, minah ngawilan kidungnya kidung pangeling-ngeling, eling e …disisik.Tinu pagi bageur nyakadieu, sing nyampeurkeun kawetan, ka pajajaran kakidul.ka kulon bageur, kaingon-ingon duh indung sajapit tulang duh bapa nedah hampura bageur… Masih banyak nilai-nilai pedagogik lainnya yang terkandung di dalam Ritual Domyak tersebut yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan kajian lebih mendalam tentang bagaimana nilai-nilai pedagogis dalam ritual Domyak dapat diintegrasikan dalam pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah-sekolah Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi dan metode pembelajaran yang memanfaatkan nilai-nilai lokal dalam pendidikan, khususnya dalam konteks melestarikan budaya dan tradisi. Terakhir, penelitian ini juga dapat menjadi inspirasi untuk mengkaji lebih lanjut tentang peran seni dan budaya dalam pendidikan, serta bagaimana seni dan budaya dapat menjadi media efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.

Read online
File size1.14 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test