UNITRIUNITRI

BUANA SAINSBUANA SAINS

Petani kelapa sawit independen di Kabupaten Landak menghadapi tantangan dalam mengelola input produksi, seperti jadwal, jenis, dan dosis pemupukan yang tidak optimal, yang dapat memengaruhi produktivitas serta efisiensi teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis usaha tani kelapa sawit independen di Kabupaten Landak dengan menggunakan pendekatan fungsi produksi stochastic frontier. Metode yang diterapkan berupa penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 50 petani kelapa sawit independen, dan data dianalisis menggunakan fungsi produksi stochastic frontier dengan estimasi Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil menunjukkan bahwa efisiensi teknis rata-rata usaha tani kelapa sawit independen di Kabupaten Landak sebesar 0,921 (92,1 %). Variabel input seperti luas lahan, pupuk dolomit, dan tenaga kerja memberikan pengaruh positif signifikan terhadap produksi, sedangkan pupuk NPK dan herbisida tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Faktor inefisiensi seperti usia, pendidikan, dan pengalaman petani tidak signifikan secara statistik. Usaha tani kelapa sawit independen di Kabupaten Landak secara keseluruhan tergolong efisien secara teknis. Untuk meningkatkan produktivitas, disarankan agar petani mengoptimalkan penggunaan lahan, pupuk dolomit, dan tenaga kerja, serta memperbaiki dosis pupuk NPK dan praktik aplikasi pestisida.

Berdasarkan analisis fungsi produksi stochastic frontier, usaha tani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Landak menunjukkan tingkat efisiensi teknis yang tinggi dengan rata-rata 0,921 (92,1 %).Faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap produksi adalah luas lahan, pupuk dolomit, dan tenaga kerja, sedangkan pupuk NPK serta herbisida tidak signifikan, dan karakteristik petani (pendidikan, usia, pengalaman) tidak berpengaruh terhadap inefisiensi teknis.Peningkatan efisiensi sebesar 7,9 % masih dapat dicapai melalui optimalisasi penggunaan input, peningkatan teknik budidaya, dan pendampingan yang lebih tepat.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana variasi dosis dan waktu aplikasi pupuk NPK memengaruhi produktivitas dan efisiensi teknis usaha tani kelapa sawit di Kabupaten Landak, sehingga dapat ditetapkan rekomendasi dosis optimal yang kontekstual. Selanjutnya, studi dapat mengevaluasi pengaruh program pelatihan dan pendampingan teknis terhadap peningkatan efisiensi teknis petani, dengan membandingkan kelompok yang menerima intervensi dan yang tidak, untuk mengidentifikasi faktor-faktor pengetahuan yang paling berpengaruh. Selain itu, penerapan model stochastic frontier panel atau pendekatan Bayesian dapat diujicobakan untuk menangkap dinamika temporal dan heterogenitas antar petani, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi dari tahun ke tahun. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai strategi optimal dalam manajemen input, peran faktor sosial‑ekonomi, serta metodologi analisis yang lebih robust, yang pada gilirannya dapat mendukung kebijakan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit secara berkelanjutan.

  1. KARAKTERISTIK PETANI KELAPA SAWIT DI KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA | Agriprimatech. petani kelapa sawit... doi.org/10.34012/Agriprimatech.V3i2.922KARAKTERISTIK PETANI KELAPA SAWIT DI KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA Agriprimatech petani kelapa sawit doi 10 34012 Agriprimatech V3i2 922
  2. Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.), Studi Kasus pada Kebun Sungai Sagu, Riau... doi.org/10.29244/Agrob.7.2.238-245Manajemen Pemupukan Kelapa Sawit Elaeis Guineensis Jacq Studi Kasus pada Kebun Sungai Sagu Riau doi 10 29244 Agrob 7 2 238 245
Read online
File size231.49 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test