UYPUYP

Soeropati: Journal of Community ServiceSoeropati: Journal of Community Service

Setelah ledakan bom teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo pada Mei 2018, terjadi trauma mendalam pada masyarakat, terutama pada anak-anak, yang mengakibatkan masalah psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan, dan berpotensi mengarah pada gangguan stres pasca-trauma (PTSD). Pendampingan diperlukan untuk mendeteksi perubahan perilaku pada anak-anak. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan strategi personal, komunitas, dan kolaborasi dengan lembaga terkait. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan kemampuan orang tua serta guru dalam merawat anak-anak yang mengalami trauma, serta mempererat solidaritas antar warga dan lembaga keagamaan. Upaya memperkuat peran keluarga diharapkan menjadi gerakan baru dalam menangani masalah sosial, khususnya bantuan bagi anak-anak yang traumatik.

Program pendampingan trauma healing melalui pendekatan hipnoterapi al-Quran bagi anak-anak pasca bom teroris di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo telah mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian orang tua akan persoalan trauma anak.Program ini juga telah memberikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada orang tua dan guru, serta membekali mereka dengan buku panduan untuk mengatasi trauma anak.Keterlibatan orang tua dan guru memiliki peran strategis dalam memberikan ketenangan dan rasa aman bagi anak-anak yang mengalami trauma.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode konseling dan terapi trauma yang disesuaikan dengan usia dan tingkat keparahan trauma anak-anak korban terorisme. Kedua, penting untuk menginvestigasi faktor-faktor sosial dan ekonomi yang berkontribusi terhadap kerentanan anak-anak terhadap trauma, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat dimitigasi melalui intervensi berbasis komunitas. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari program pendampingan terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak-anak korban terorisme, dengan membandingkan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang penanganan trauma pada anak-anak korban terorisme, sehingga dapat dirumuskan program intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size154.69 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test