INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU

Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)

Pendidikan Islam memiliki peran historis yang kuat dalam membentuk karakter dan moral bangsa Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dinamika perkembangan pendidikan Islam di Indonesia yang melintasi empat periode utama: masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, era kemerdekaan (Orde Lama), dan era reformasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa pada masa Belanda, pendidikan Islam mengalami marjinalisasi, dikotomi, dan diskriminasi melalui berbagai regulasi seperti Ordonansi Guru dan Ordonansi Sekolah Liar yang membatasi ruang gerak guru agama serta madrasah. Pada masa pendudukan Jepang, umat Islam mendapat sedikit kelonggaran politis guna mendukung kepentingan perang Asia Timur Raya, meskipun sistem pembelajarannya sarat akan mobilisasi militer. Setelah kemerdekaan, khususnya Orde Lama, lembaga pendidikan Islam mulai diintegrasikan ke dalam Sistem Pendidikan Nasional dengan berdirinya Departemen Agama dan penegerian madrasah. Memasuki era reformasi, madrasah dan pesantren bertransformasi menjadi institusi modern yang mampu menyeimbangkan ilmu agama dan pengetahuan umum guna menjawab tantangan globalisasi.

Evolusi sejarah pendidikan Islam di Indonesia menorehkan catatan perjuangan yang sangat panjang dan dinamis.Pada masa kolonial Belanda, sistem pendidikan Islam mengalami diskriminasi, marjinalisasi, dan pembatasan hukum melalui instrumen ordonansi yang restriktif demi kelangsungan kolonialisme.Beralih pada masa pendudukan Jepang, madrasah mendapatkan kelonggaran operasional secara taktis, namun orientasi pembelajarannya direduksi demi mendukung mobilisasi latihan fisik militer perang Asia Timur Raya.Pasca-kemerdekaan dan memasuki era Orde Lama, pengakuan yuridis-formal berhasil diraih seiring berdirinya Departemen Agama dan integrasi kurikulum 30.Di era kontemporer reformasi, pendidikan Islam berhasil menyejajarkan posisinya dalam sistem pendidikan nasional, bertindak sebagai lembaga alternatif modern yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual sains dengan keluhuran akhlak spiritual.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, bagaimana peran dan kontribusi pendidikan Islam dalam membentuk karakter dan moral bangsa Indonesia secara lebih mendalam, terutama dalam konteks kontemporer. Kedua, studi komparatif mengenai perbedaan dan kesamaan antara sistem pendidikan Islam di masa kolonial, pendudukan Jepang, dan era reformasi, serta implikasinya terhadap kualitas pendidikan dan perkembangan masyarakat. Ketiga, penelitian yang fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi oleh madrasah dan pesantren dalam menghadapi era globalisasi dan modernisasi teknologi, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk mempertahankan jati diri spiritual mereka sambil tetap adaptif dan inovatif.

Read online
File size616.61 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test