LAKASPIALAKASPIA

Jurnal Ilmiah Guru MadrasahJurnal Ilmiah Guru Madrasah

Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran deep learning dalam upaya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD Global Garuda Nusantara Islami Centre. Model ini menekankan partisipasi aktif dan pendekatan konstruktivis untuk mendorong siswa memahami konsep secara lebih mendalam serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan reflektif. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, penelitian ini melibatkan 10 guru dan 40 siswa sebagai informan. Sebelum penerapan model, hanya 45% siswa yang menunjukkan pemahaman yang memadai terhadap konsep IPS. Setelah diterapkan, angka tersebut meningkat menjadi 85%. Temuan menunjukkan bahwa model ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mendorong keterlibatan siswa dalam diskusi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan kesiapan guru. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan guru dan penguatan infrastruktur teknologi guna mendukung implementasi yang lebih optimal. Secara keseluruhan, model deep learning memiliki potensi besar sebagai strategi inovatif untuk memperkaya pengalaman belajar dan meningkatkan kualitas pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.

Penerapan model pembelajaran deep learning secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dengan peningkatan dari 45% menjadi 85%.Model ini efektif karena mendorong keterlibatan aktif, eksplorasi konsep, dan refleksi kritis, serta mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kemampuan sosial-emotional siswa.Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan guru, dan variasi kemampuan siswa, sehingga diperlukan dukungan sistem yang memadai dan strategi adaptif seperti pelatihan guru, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi antar pendidik untuk keberlanjutannya.

Pertama, perlu diteliti bagaimana model deep learning dapat dimodifikasi untuk kelas yang heterogen, dengan fokus pada pendekatan diferensiasi pembelajaran yang mempertimbangkan perbedaan latar belakang, minat, dan kemampuan kognitif siswa, agar setiap anak dapat terlibat secara mendalam. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas pelatihan berbasis praktik bagi guru dalam menguasai strategi deep learning, termasuk bagaimana pelatihan jangka panjang dan pendampingan teman sejawat dapat meningkatkan konsistensi penerapan model di kelas. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi teknologi sederhana dan terjangkau dalam pembelajaran IPS berbasis deep learning di sekolah dasar dengan infrastruktur terbatas, guna mengetahui solusi inovatif yang dapat mengatasi keterbatasan akses perangkat dan internet tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan model yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan inklusif untuk implementasi deep learning di berbagai konteks sekolah dasar di Indonesia.

Read online
File size291.64 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test