BALELITERASIBALELITERASI

Journal of Educational StudiesJournal of Educational Studies

Paradigm shift in 21st-century education demands a leadership transformation that is not merely administrative but also adaptive. This study explores the role of principals as adaptive leaders in enhancing school community collaboration through empathy-based problem-solving strategies and a humanistic approach. Utilizing a qualitative method with a multi-site case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies at two Catholic Elementary Schools in Malang. The findings indicate that principals successfully integrate their roles as leaders, motivators, and facilitators by leveraging effective interpersonal communication, both formally and informally, creating a harmonious work atmosphere, increasing inclusivity, and strengthening the school communitys loyalty in facing educational disruptions. The novelty of this research lies in the integration of compassion (Christian humanism) into the adaptive leadership framework, transforming management strategies into personal moral actions, providing a practical contribution to the development of educational leadership models responsive to global dynamics without losing institutional value identity.

Studi ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan adaptif yang berlandaskan pada empati dan nilai-nilai humanistik menjadi penentu utama dalam mengatasi tantangan disruptif pendidikan abad ke-21.Keberhasilan para kepala sekolah di sekolah Katolik di Malang dalam mengintegrasikan pendekatan interpersonal formal dan informal telah terbukti efektif dalam meningkatkan kolaborasi komunitas sekolah dan menciptakan iklim kerja yang inklusif.Sebagai rekomendasi, lembaga pendidikan perlu terus memperkuat kecerdasan emosional para pemimpinnya untuk memastikan proses pengambilan keputusan tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga dimensi spiritual dan emosional anggota sekolah.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas model kepemimpinan adaptif berbasis empati di berbagai jenis sekolah, termasuk sekolah dengan karakteristik budaya dan konteks sosial yang berbeda. Hal ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi model tersebut. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran kepemimpinan adaptif berbasis empati yang valid dan reliabel, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah secara lebih objektif. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung implementasi kepemimpinan adaptif berbasis empati, misalnya melalui penggunaan platform komunikasi digital yang memfasilitasi interaksi yang lebih personal dan inklusif antara kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Dengan demikian, diharapkan dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan di dunia pendidikan.

  1. Transformasi Pendidikan Abad 21 dalam Merealisasikan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas... jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/5030Transformasi Pendidikan Abad 21 dalam Merealisasikan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas jbasic index php basicedu article view 5030
  2. Objektivisme Nilai dalam Fenomenologi Max Scheler | De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila... doi.org/10.56393/decive.v4i4.2107Objektivisme Nilai dalam Fenomenologi Max Scheler De Cive Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila doi 10 56393 decive v4i4 2107
Read online
File size338.46 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test