UPDMUPDM

Jurnal Dinamika Ilmu KomunikasiJurnal Dinamika Ilmu Komunikasi

Privasi digital telah menjadi isu penting dalam kehidupan mahasiswa, khususnya di tengah budaya media sosial yang mendorong keterbukaan diri dan intensitas berbagi informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar memaknai, mempraktikkan, dan menegosiasikan privasi digital dalam aktivitas media sosial dengan mempertimbangkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa dari berbagai fakultas serta observasi terhadap praktik media sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa privasi digital dipahami bukan hanya sebagai perlindungan data pribadi, tetapi juga sebagai upaya menjaga martabat diri, identitas Muslim, dan reputasi di ruang digital. Dalam praktiknya, mahasiswa memanfaatkan berbagai fitur privasi, seperti akun privat, teman dekat, sembunyikan cerita, serta pemisahan akun utama dan akun kedua. Selain itu, penggunaan hijab di media sosial mencerminkan upaya menjaga batas moral dan identitas keagamaan dalam interaksi daring. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan privasi digital mahasiswa bersifat dinamis dan kontekstual serta dapat dipahami melalui Teori Manajemen Privasi Komunikasi.

Privasi digital bagi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan praktik sosial yang dipahami, dijalankan, dan dinegosiasikan secara sadar dalam keseharian bermedia sosial dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman.Privasi tidak dimaknai secara sempit sebagai perlindungan data personal, melainkan sebagai upaya menjaga kehormatan diri, identitas Muslim, serta reputasi dan masa depan di ruang digital.Pemaknaan ini membentuk sikap kehati-hatian mahasiswa dalam membagikan konten, khususnya yang berkaitan dengan visual diri, aurat digital, dan potensi pelanggaran etika seperti penyebaran aib.Dalam praktiknya, mahasiswa menunjukkan kemampuan reflektif dalam mengelola batas privasi melalui pemanfaatan fitur-fitur pengaturan media sosial dan strategi pengelolaan akun.Penggunaan akun privat, close friends, hide story, serta pemisahan akun utama dan akun kedua menjadi mekanisme penting dalam mengontrol audiens dan arus informasi personal.Konsistensi nilai keagamaan juga tampak dalam cara mahasiswa menampilkan diri di media sosial, yang memperlihatkan adanya integrasi antara identitas digital dan komitmen moral-religius.Selanjutnya, negosiasi privasi digital berlangsung sebagai proses yang berkelanjutan melalui berbagai bentuk penyesuaian sebelum dan sesudah konten dibagikan.Penundaan unggahan, penyensoran konten, evaluasi kebermanfaatan unggahan, serta pengelolaan ulang audiens dan jejak digital menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif menimbang konsekuensi sosial, moral, dan religius dari setiap tindakan bermedia sosial.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana mahasiswa Muslim dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi dan tingkat literasi digital mengelola privasi digital mereka. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam konsep aurat digital dan strategi pengelolaan batas privasi di kalangan mahasiswa Muslim Indonesia. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis pengalaman subjektif mahasiswa dalam menegosiasikan keterbukaan informasi pribadi dengan tuntutan religius di media sosial dan dinamika moral daring.

  1. Effect of Social Media on Mental Health and Academic Performance: Evidence from Tertiary Level Education... doi.org/10.52131/jer.2023.v4i1.2197Effect of Social Media on Mental Health and Academic Performance Evidence from Tertiary Level Education doi 10 52131 jer 2023 v4i1 2197
Read online
File size266.8 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test