UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Fenomena kutu loncat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Jawa Timur mengindikasikan rendahnya komitmen afektif terhadap partai politik, yang pada gilirannya akan mengancam stabilitas demokrasi lokal. Penelitian ini menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan identitas sosial terhadap komitmen afektif anggota DPRD, melalui pertukaran sosial sebagai variabel mediasi. Menggunakan desain kuantitatif dengan Structural Equation Modeling (SEM), penelitian melibatkan 287 anggota DPRD aktif di kota atau kabupaten di Jawa Timur dari 5 Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Instrumen penelitian terdiri dari Affective Commitment Scale (α=0,85), MLQ Transformational Leadership (α=0,92), Three‑Factor Social Identity (α=0,88), dan Amalgamated Social Exchange (α=0,90). Hasil penelitian menunjukkan identitas sosial memiliki pengaruh terkuat terhadap komitmen afektif, diikuti kepemimpinan transformasional, sementara pertukaran sosial terbukti dapat memediasi secara parsial. Temuan ini menegaskan identitas sosial sebagai prediktor utama komitmen dalam konteks politik kolektivis Indonesia.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas sosial merupakan prediktor terkuat komitmen afektif anggota DPRD Jawa Timur, secara signifikan mengungguli kepemimpinan transformasional, sementara pertukaran sosial berperan sebagai mediator negatif unik yang melemahkan efek positif kedua prediktor tersebut.Model struktural menunjukkan goodness-of-fit optimal dan mengonfirmasi seluruh hipotesis yang diajukan, dengan komitmen afektif mayoritas berada pada kategori cukup‑tinggi diikuti ketiga variabel eksogen yang umumnya dinilai positif oleh responden.Karakteristik partisipan mencerminkan representasi legislatif Jawa Timur yang dominan pria usia produktif berpendidikan sarjana dari partai‑partai utama dengan masa jabatan 1‑2 periode.

Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain longitudinal panel tiga gelombang untuk menguji arah kausalitas antara identitas sosial, kepemimpinan transformasional, dan komitmen afektif pada DPRD di berbagai provinsi Indonesia. Selanjutnya, pendekatan mixed‑methods yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara mendalam terhadap anggota yang melakukan party switching dapat mengungkap mekanisme mediasi negatif pertukaran sosial secara kualitatif. Selain itu, peneliti dapat meneliti peran moderator seperti ambisi politik, budaya politik regional, dan lama masa jabatan (tenure) untuk melihat bagaimana faktor‑faktor tersebut mempengaruhi kekuatan hubungan antara variabel‑variabel utama dalam model yang telah dibangun.

  1. Factors affecting affective commitment | Edelweiss Applied Science and Technology. factors affecting... doi.org/10.55214/25768484.v8i6.2738Factors affecting affective commitment Edelweiss Applied Science and Technology factors affecting doi 10 55214 25768484 v8i6 2738
  2. Transformational leadership, organizational learning, and employee performance: the mediating role of... ssbfnet.com/ojs/index.php/ijrbs/article/view/4233Transformational leadership organizational learning and employee performance the mediating role of ssbfnet ojs index php ijrbs article view 4233
  3. Work-related factors and organizational commitment among hotel employees in Batangas province –... consortiacademia.org/10-5861-ijrsm-2024-2008Work related factors and organizational commitment among hotel employees in Batangas province Ae consortiacademia 10 5861 ijrsm 2024 2008
  4. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0021-9010.89.5.755APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0021 9010 89 5 755
  5. Pengaruh Beban Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekretariat DPRD Kota Samarinda |... jurnal.minartis.com/index.php/jebs/article/view/3241Pengaruh Beban Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekretariat DPRD Kota Samarinda jurnal minartis index php jebs article view 3241
Read online
File size705.25 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test