ISI DPSISI DPS

PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan SeniPENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni

Model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) merupakan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, mendorong mereka untuk merancang, merealisasikan, dan merefleksikan proyek nyata—dalam konteks ini adalah karya tari. Di SMK Negeri 5 Denpasar, khususnya pada pembelajaran garap tari kelas XI Seni Tari, model PJBL telah diterapkan untuk menjawab kebutuhan akan lulusan yang profesional, kreatif, serta adaptif terhadap dinamika dunia seni pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi model PJBL dalam pembelajaran garap tari guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih terstruktur dan berdampak pada prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model PJBL efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa pada setiap tahap pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi proyek tari. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, PJBL juga melatih kemampuan pemecahan masalah dan kolaborasi siswa. Dampak positif dari implementasi ini menunjukkan bahwa PJBL layak dijadikan model alternatif dalam pembelajaran seni di SMK. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang kontekstual dan relevan dengan tuntutan dunia kerja di bidang seni pertunjukan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa model Project-Based Learning (PJBL) efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran garap tari di SMK Negeri 5 Denpasar.PJBL menempatkan siswa sebagai subjek aktif, mendorong mereka untuk merancang dan merealisasikan proyek nyata berupa karya tari.Penerapan PJBL tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual siswa, tetapi juga melatih kemampuan pemecahan masalah, kolaborasi, kreativitas, dan adaptasi terhadap dinamika industri seni pertunjukan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji efektivitas model PJBL pada mata pelajaran seni lainnya di SMK, untuk mengetahui apakah model ini dapat memberikan dampak positif yang serupa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen penilaian yang lebih komprehensif dan valid untuk mengukur keterampilan abad ke-21 yang dikembangkan melalui model PJBL, seperti kreativitas, berpikir kritis, dan kolaborasi. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi model PJBL di berbagai konteks sekolah, termasuk ketersediaan sumber daya, dukungan guru, dan karakteristik siswa, sehingga dapat dirumuskan strategi implementasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan model pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan industri seni pertunjukan.

Read online
File size640.09 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test