PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Tubuh dalam tradisi Hindu Bali tidak hanya dipahami sebagai entitas biologis, tetapi juga sebagai ruang sakral yang merefleksikan relasi manusia dengan kekuatan ilahi. Rukmini Tattwa sebagai salah satu teks penting memuat ajaran tentang kesucian tubuh, pemujaan dewa-dewi, dan praktik kebugaran yang berpadu dengan disiplin spiritual sebagai jalan menuju penyatuan dengan Tuhan. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana spiritualitas tubuh dan praktik kebugaran diekspresikan sebagai bagian dari teologi lokal Hindu Bali melalui kajian atas rukmini tattwa dan praktik ritual yang menyertainya. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan kajian teks keagamaan, analisis simbolik, dan interpretasi teologis. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi partisipatif, dokumentasi visual, dan wawancara mendalam dengan tokoh agama dan praktisi spiritual yang dipilih secara purposif.

Teologi lokal Hindu Bali melalui Rukmini Tattwa memaknai tubuh sebagai ruang sakral dan wahana spiritual untuk praktik keagamaan serta pencapaian kesucian.Dewa‑Dewi lokal berperan sebagai representasi energi ilahi dalam tubuh, sehingga kebugaran fisik sekaligus menjaga keselarasan energi kosmis.Rukmini Tattwa menyajikan model teologi tubuh yang mengintegrasikan kesehatan jasmani dan spiritualitas menuju pembebasan sejati, membuka peluang penelitian lanjutan tentang hubungan tubuh, kebugaran, dan spiritualitas.

Penelitian lapangan yang menguji secara kuantitatif pengaruh praktik yoga dan ritual kebugaran yang diuraikan dalam Rukmini Tattwa terhadap kesehatan fisik dan psikologis masyarakat Bali dapat memberikan bukti empiris tentang manfaat spiritual‑fisik yang disebutkan dalam kajian ini. Selanjutnya, studi komparatif teks‑teks keagamaan Bali lainnya, seperti Bhakti Tattwa atau Sang Hyang Widhi, dapat mengidentifikasi perbedaan atau persamaan dalam konsep spiritualitas tubuh, sehingga memperluas pemahaman tentang variasi teologi lokal yang belum banyak dieksplorasi. Penelitian etnografis jangka panjang yang menelusuri peran gender dalam praktik perawatan tubuh—misalnya penggunaan ramuan herbal untuk meningkatkan kebugaran pria versus wanita—akan memperjelas bagaimana nilai‑nilai maskulin‑feminin terwujud dalam ritual sehari‑hari. Akhirnya, eksperimentasi laboratorium yang menguji efek farmakologis bahan‑bahan alami yang disebutkan dalam Rukmini Tattwa, seperti jahe hitam atau minyak wijen, terhadap parameter kesehatan tertentu dapat menvalidasi klaim tradisional dan membuka jalan bagi integrasi ilmu modern dengan warisan budaya.

Read online
File size336.6 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test