UNBITAGOUNBITAGO

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (J-PMas)Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (J-PMas)

Rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di tingkat kelurahan menjadi salah satu hambatan utama dalam optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak PBB-P2 melalui edukasi perpajakan dan sosialisasi digitalisasi pelayanan administrasi pajak di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Mei 2026 di Aula Kantor Kelurahan Dulomo Selatan, diikuti oleh 25 peserta terdiri atas wajib pajak, aparatur kelurahan, dan tokoh masyarakat, serta didampingi oleh 15 mahasiswa Pascasarjana Program Studi Ilmu Administrasi Universitas Bina Taruna Gorontalo. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, penyuluhan, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata pre-test 49,7% menjadi 82,3% pada post-test, dengan selisih kenaikan 32,6 poin persentase. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi strategis berupa pemanfaatan platform digital pembayaran pajak, pembentukan kader pajak kelurahan, dan penguatan koordinasi antara kelurahan dengan Badan Pendapatan Daerah Kota Gorontalo.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Peningkatan Kesadaran dan Kepatuhan Wajib Pajak PBB-P2 melalui Edukasi dan Digitalisasi Pelayanan Administrasi Pajak di Kelurahan Dulomo Selatan berhasil dilaksanakan dengan capaian melampaui target, meningkatkan pengetahuan peserta rata-rata 32,6 poin persentase (49,7% → 82,3%) menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif yang komprehensif, interaktif, dan berorientasi pada kebutuhan wajib pajak.Dari perspektif administrasi publik, kegiatan ini mengintegrasikan tiga dimensi reformasi perpajakan—edukasi, digital, dan kelembagaan—sebagai prasyarat esensial bagi terbentuknya ekosistem kepatuhan pajak berbasis komunitas yang berkelanjutan dan berlandaskan good governance.Ke depan, diperlukan kolaborasi sistematis antara institusi akademik, Bapenda, dan pemerintah kelurahan untuk mengembangkan program edukasi perpajakan berkelanjutan sehingga peningkatan kepatuhan beralih dari pengetahuan individual menjadi perubahan perilaku kolektif yang meningkatkan PAD dan kualitas layanan publik di Gorontalo.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana tingkat literasi digital wajib pajak mempengaruhi efektivitas penggunaan platform pembayaran PBB‑P2 di wilayah dengan karakteristik demografis berbeda, seperti kelompok usia lanjut versus muda, serta mengidentifikasi kebutuhan pelatihan khusus yang dapat meningkatkan adopsi teknologi. Selain itu, studi komparatif antara pendekatan ko‑produksi layanan perpajakan yang melibatkan kader pajak kelurahan dengan model layanan tradisional dapat menguji dampak jangka panjang terhadap tingkat kepatuhan dan penerimaan PAD di beberapa kelurahan Gorontalo, dengan memperhatikan variabel motivasi fiskal dan persepsi keadilan. Selanjutnya, penelitian aksi yang mengevaluasi implementasi sistem informasi manajemen pajak berbasis web pada tingkat kelurahan dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan serta hambatan teknis dan institusional, sehingga menghasilkan pedoman praktis untuk replikasi di daerah lain. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran media sosial sebagai sarana sosialisasi pajak untuk meningkatkan partisipasi warga, khususnya dalam konteks digital divide yang masih terasa. Terakhir, analisis longitudinal terhadap perubahan perilaku wajib pajak setelah intervensi edukatif dapat memberikan bukti empiris mengenai keberlanjutan dampak program dan membantu merancang kebijakan yang lebih responsif.

Read online
File size516.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test