IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI
IREELL: Indonesian Review of English Education, Linguistics, and LiteratureIREELL: Indonesian Review of English Education, Linguistics, and LiteratureMahasiswa EFL berprestasi tinggi secara konsisten mengungguli rekan‑rekannya dalam penilaian lisan, namun mekanisme strategis terintegrasi yang mendasari keberhasilan mereka masih kurang diteliti. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis strategi berbicara publik multidimensional yang diterapkan oleh mahasiswa berprestasi dalam mata kuliah Advanced Speaking. Desain studi kasus kualitatif digunakan. Empat mahasiswa dari Departemen Pendidikan Bahasa Inggris universitas swasta di Yogyakarta dipilih secara purposif berdasarkan skor ujian lisan yang terus tinggi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi‑terstruktur dan observasi presentasi yang direkam, kemudian dianalisis dengan pengkodean tematik yang dihubungkan dengan kerangka Aqeel & Chung (2024). Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa berprestasi mengoperasikan sistem strategi tiga dimensi terkoordinasi: (1) Struktur & Persiapan (menulis skrip, membuat outline, memilih topik strategis, dan menghafal dini); (2) Regulasi Internal melalui Three Cs (menumbuhkan kesadaran, mengumpulkan pikiran melalui jeda diam strategis, dan menenangkan saraf); serta (3) Penyampaian vokal & non‑verbal (modulasi pitch, postur, kontak mata, dan pengalihan audiens). Keberhasilan berbicara publik mahasiswa berprestasi bukan kebetulan, melainkan hasil praktik sadar, sistematis, dan regulasi diri yang meliputi fase pra, selama, dan pasca‑penampilan. Temuan ini memiliki implikasi langsung bagi redesign pedagogi berbicara dengan memasukkan pelatihan metakognitif dan regulasi diri bersama instruksi retoris konvensional.
Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa EFL berprestasi tinggi mempertahankan kompetensi berbicara publik melalui sistem terintegrasi yang mencakup persiapan struktural, regulasi diri dengan kerangka Three Cs, serta penyampaian vokal dan non‑verbal yang efektif.Namun, temuan ini terbatas pada sampel empat mahasiswa dan konteks ujian akademik formal, sehingga perlu diuji pada populasi yang lebih luas serta dalam situasi berbicara yang lebih beragam.Penelitian lanjutan disarankan untuk melakukan percobaan eksperimental yang membandingkan efektivitas Three Cs pada tingkat mahasiswa berbeda serta mengeksplorasi penggunaan teknologi AI sebagai media latihan sebelum tampil di depan audiens nyata.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: sejauh mana efektivitas kerangka Three Cs (Cultivating Awareness, Collecting Thoughts, Calming Nerves) dapat diterapkan pada mahasiswa dengan tingkat kemampuan bahasa Inggris yang beragam, termasuk pemula, melalui desain eksperimen dengan kelompok kontrol yang lebih besar? Selain itu, studi dapat menguji potensi teknologi kecerdasan buatan, seperti platform simulasi audiens berbasis AI yang memberikan umpan balik real‑time, untuk mempercepat penguasaan strategi persiapan, regulasi internal, dan penyampaian vokal pada mahasiswa yang mengalami kecemasan berbicara tinggi. Selanjutnya, penelitian longitudinal dapat meneliti adaptasi strategi yang dikembangkan untuk siswa dengan tingkat kecemasan berbicara ekstrem, dengan memantau perubahan performa selama satu semester penuh dan mengidentifikasi faktor‑faktor pendukung keberlanjutan strategi tersebut. Kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam tiga arah penelitian ini diharapkan memberikan gambaran komprehensif tentang transferabilitas, skalabilitas, dan dampak teknologi terhadap pengembangan kemampuan berbicara publik yang resilien di kalangan pelajar bahasa. Penelitian ini juga dapat mengkaji peran faktor budaya dan konteks institusional dalam memoderasi efektivitas strategi tersebut, sehingga hasilnya dapat disesuaikan dengan lingkungan pembelajaran yang berbeda.
| File size | 259.75 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTANUNTAN Penelitian ini melibatkan 30 mahasiswa dan tiga dosen tim pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di sebuah universitas swasta di Indonesia. PengumpulanPenelitian ini melibatkan 30 mahasiswa dan tiga dosen tim pengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di sebuah universitas swasta di Indonesia. Pengumpulan
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Secara keseluruhan, model pembelajaran TGT terbukti efektif sebagai alternatif strategi pembelajaran Nahwu yang dapat meningkatkan motivasi, aktivitas,Secara keseluruhan, model pembelajaran TGT terbukti efektif sebagai alternatif strategi pembelajaran Nahwu yang dapat meningkatkan motivasi, aktivitas,
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Penelitian ini menyelidiki fungsi manajemen imarah Baiturrahman Masjid di Kota Lhokseumawe melalui empat dimensi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,Penelitian ini menyelidiki fungsi manajemen imarah Baiturrahman Masjid di Kota Lhokseumawe melalui empat dimensi: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Data diperoleh melalui wawancara lisan dengan penutur asli yang kompeten, dan analisisnya ditempatkan dalam kerangka teori linguistik dasar yang memungkinkanData diperoleh melalui wawancara lisan dengan penutur asli yang kompeten, dan analisisnya ditempatkan dalam kerangka teori linguistik dasar yang memungkinkan
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Kearifan lokal merupakan bagian budaya masyarakat yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran kimia sehingga materi menjadi lebih kontekstual dan relevanKearifan lokal merupakan bagian budaya masyarakat yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran kimia sehingga materi menjadi lebih kontekstual dan relevan
UNISLAUNISLA Partisipan menunjukkan kinerja menulis yang luar biasa, terbukti dari artikel ilmiah mereka yang telah dipublikasikan. Temuan ini menunjukkan bahwa teknikPartisipan menunjukkan kinerja menulis yang luar biasa, terbukti dari artikel ilmiah mereka yang telah dipublikasikan. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Preferensi mahasiswa terhadap metode pengajaran tata bahasa juga diidentifikasi. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dengan 57 mahasiswa sebagaiPreferensi mahasiswa terhadap metode pengajaran tata bahasa juga diidentifikasi. Pendekatan penelitian ini bersifat kuantitatif dengan 57 mahasiswa sebagai
OJSOJS Adjunct, yang berfungsi memberikan informasi tambahan terkait waktu, tempat, cara, dan detail kontekstual lainnya, merupakan elemen penting yang berkontribusiAdjunct, yang berfungsi memberikan informasi tambahan terkait waktu, tempat, cara, dan detail kontekstual lainnya, merupakan elemen penting yang berkontribusi
Useful /
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Secara pedagogis, paparan terhadap fungsi-fungsi ujaran ini mendukung kesadaran pragmatik, pengembangan public speaking, dan peningkatan kepercayaan komunikatifSecara pedagogis, paparan terhadap fungsi-fungsi ujaran ini mendukung kesadaran pragmatik, pengembangan public speaking, dan peningkatan kepercayaan komunikatif
IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih menekankan hasil belajar dan keterampilan berbicara, studi ini mengkaji keterlibatan sebagai proses multidimensiBerbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih menekankan hasil belajar dan keterampilan berbicara, studi ini mengkaji keterlibatan sebagai proses multidimensi
OJSOJS Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan
OJSOJS Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat bukti kuat yang mendukung efektivitas media edukatif interaktif seperti Busy Book dalam meningkatkan kemampuanHasil kajian menunjukkan bahwa terdapat bukti kuat yang mendukung efektivitas media edukatif interaktif seperti Busy Book dalam meningkatkan kemampuan