IAIN KEDIRIIAIN KEDIRI

IREELL: Indonesian Review of English Education, Linguistics, and LiteratureIREELL: Indonesian Review of English Education, Linguistics, and Literature

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan perilaku pertahanan diri yang dilakukan oleh tokoh utama, Jemima Jones dalam novel Jane Green Jemima J (1998) melalui teori psikoanalisis Abraham Maslow yang berfokus pada tingkat cinta dan rasa memiliki. Penelitian ini menggunakan metodologi analisis sastra kualitatif. Penelitian ini mengidentifikasi dan menafsirkan bukti tekstual yang menggambarkan bagaimana karakter protagonis tidak memenuhi kebutuhan cinta dan rasa memiliki yang mengarah pada emosi, perilaku, dan penerimaan diri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Jemima memiliki beberapa strategi untuk mengatasi kebutuhan cinta dan rasa memiliki yang tidak terpenuhi, seperti makan berlebihan secara kompulsif, berfantasi secara romantis, dan perilaku kencan daring. Temuan ini konsisten dengan teori motivasi kekurangan Maslow. Lebih lanjut, temuan ini didukung oleh penelitian empiris tentang makan emosional, citra tubuh, dan rasa memiliki, yang menempatkan analisis sastra dalam diskursus psikologi yang lebih luas. Penelitian ini berkontribusi pada penerapan psikologi humanistik yang berkembang dalam kritik sastra dan menekankan relevansi novel dengan diskusi saat ini tentang citra tubuh, koneksi sosial, dan kesejahteraan emosional.

Studi ini telah menyelidiki psikologi Jemima Jones dalam novel Jane Green Jemima J dengan menerapkan hierarki kebutuhan Abraham Maslow, dengan fokus pada tingkat cinta dan rasa memiliki.makan kompulsif Jemima, berfantasi romantis, perilaku sosial kompensasi, dan pencarian koneksi melalui kencan daring bukanlah eksentrikitas terisolasi, tetapi ekspresi koheren dari apa yang disebut Maslow sebagai motivasi kekurangan, yang muncul dari kebutuhan yang secara kronis tidak terpenuhi.Temuan ini sejalan dengan penelitian empiris saat ini tentang makan emosional (Annesi, 2023., 2021), strategi penanganan citra tubuh (Matera et al., 2024), dan konsekuensi psikologis kekurangan rasa memiliki (Bruss et al., 2024), yang mengonfirmasi bahwa psikologi humanistik tetap menjadi kerangka kerja produktif untuk analisis sastra dan penyelidikan psikologis kontemporer.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melacak perkembangan psikologis Jemima secara menyeluruh di seluruh tingkat hierarki Maslow, termasuk kebutuhan harga diri dan pendekatan mandiri yang ragu-ragu. Kritik sastra feminis, khususnya dalam bentuk pasca-feminis, dapat diterapkan pada status novel sebagai karya chick lit, menambahkan dimensi analisis budaya yang belum dijelajahi dalam studi ini. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi tingkat lain hierarki Maslow atau menerapkan lensa teoretis yang berbeda pada teks. Psikologi sastra seperti ini dapat berkontribusi pada percakapan yang lebih luas tentang citra tubuh dan kebutuhan untuk memiliki, yang sering dianggap sebagai masalah pribadi tetapi memiliki dimensi sosial dan psikologis yang nyata yang layak mendapatkan perhatian akademik yang serius.

Read online
File size280.19 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test