BANTENPROVBANTENPROV

Jurnal Kebijakan Pembangunan DaerahJurnal Kebijakan Pembangunan Daerah

Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) di Puskesmas se-Kota Cilegon pada tahun 2023 hanya mencapai 0,68%, jauh di bawah target. Hal ini menunjukkan rendahnya pemanfaatan layanan Prolanis oleh peserta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross‑sectional bertujuan menganalisis faktor‑faktor yang memengaruhi pemanfaatan Prolanis di Kota Cilegon pada tahun 2024 dengan desain potong lintang (cross‑sectional). Sampel terdiri dari 90 peserta Prolanis, dan data dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan Prolanis sebesar 61,1%. Analisis chi‑square menunjukkan hubungan signifikan (p < 0,05) antara pemanfaatan Prolanis dengan jenis kelamin (p = 0,034), pendidikan (p = 0,009), pengetahuan (p = 0,006), dukungan keluarga (p = 0,000), dan peran petugas (p = 0,000). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan dengan usia (p = 0,729) dan pekerjaan (p = 1,000). Analisis regresi logistik mengidentifikasi dukungan keluarga sebagai faktor yang paling berpengaruh, dengan nilai β = 3,98, p = 0,000, dan OR = 53,5. Hasil ini menekankan pentingnya meningkatkan upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya partisipasi rutin dalam kegiatan Prolanis. Selain itu, pembentukan kelompok atau paguyuban peserta dan keluarga Prolanis di setiap Puskesmas se‑Kota Cilegon direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan program ini.

Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan Prolanis, dengan dukungan keluarga menjadi faktor paling berpengaruh (OR = 53,5, p < 0,001).Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta melibatkan keluarga dalam upaya meningkatkan partisipasi Prolanis.Oleh karena itu, disarankan pembentukan kelompok atau paguyuban peserta dan keluarga Prolanis di setiap puskesmas untuk mengatasi hambatan dan meningkatkan efektivitas program.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi sejauh mana penggunaan media digital (seperti aplikasi mobile) dapat meningkatkan dukungan keluarga dan meningkatkan tingkat pemanfaatan Prolanis di wilayah perkotaan; selanjutnya, studi longitudinal diperlukan untuk menilai dampak intervensi kelompok berbasis komunitas terhadap kepatuhan peserta Prolanis selama minimal dua tahun, guna memahami keberlanjutan manfaat dan faktor penentu keberhasilan; terakhir, penelitian kualitatif yang meneliti hambatan dan motivasi khusus pada kelompok pekerjaan berbeda (misalnya, pekerja sektor informal vs formal) dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang strategi penyesuaian program yang tepat sasaran.

  1. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah. factors determining prolanis program case study cilegon city community... ejournal.bantenprov.go.id/index.php/jkpd/article/view/336Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah factors determining prolanis program case study cilegon city community ejournal bantenprov go index php jkpd article view 336
Read online
File size443.62 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test