STAISARSTAISAR

Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-SyakhsiyyahJurnal Mediasas: Media Ilmu Syari'ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah

Pernikahan di bulan Syawal dalam masyarakat Muslim Indonesia memperlihatkan dialektika antara panduan normatif Islam dan tradisi lokal. Sebagian komunitas, seperti Jawa dan Madura, menganjurkan pernikahan di bulan Syawal sebagai penguatan sunnah Nabi Muhammad SAW, sementara komunitas lain, seperti Minangkabau dan tradisi primbon Jawa, menghindarinya karena dianggap tabu. Penelitian ini bertujuan menjelaskan perbedaan pandangan tersebut serta menegaskan bagaimana teks agama dan adat berinteraksi dalam praktik sosial‑religius. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen, wawancara semi‑terstruktur, observasi partisipan, dan data administratif (SIMKAH, KUA Karanganyar). Analisis dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman untuk mengidentifikasi tema dan pola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan di bulan Syawal dipahami secara beragam: sebagai anjuran yang memperkuat identitas keagamaan, atau sebagai pantangan yang menegaskan daya ikat adat. Sintesis ini menegaskan bahwa praktik keagamaan selalu dinegosiasikan antara das sollen (normatif Islam) dan das sein (realitas sosial).

Marriage in Shawwal reflects the dialectic between normative Islamic guidance and local traditions.In Java and Madura, Shawwal is recommended, rooted in the Prophets sunnah and reinforced by living hadith.In Minangkabau and Javanese primbon traditions, Shawwal is taboo, highlighting the resilience of custom despite lacking normative basis.This synthesis demonstrates that religious practice is always negotiated between das sollen and das sein.

Penelitian lanjutan dapat meneliti perbandingan persepsi masyarakat di daerah pegunungan dan pesisir Indonesia tentang pernikahan Syawal, mengembangkan model interseksi antara norma Islam, adat, dan faktor ekonomi terhadap keputusan pernikahan. Selanjutnya, studi longitudinal dapat memantau perubahan pola pernikahan Syawal selama dekade terakhir untuk mengidentifikasi dinamika sosial dan pengaruh media sosial dalam memodernisasi praktik tradisional. Terakhir, riset terfokus pada dampak pendidikan agama dan program moderasi terhadap pemahaman komunitas dapat membantu merancang intervensi kebijakan yang memperkuat dialog lintas budaya.

  1. Marriage in Shawwal as a Socio?Religious Phenomenon: A Comparative Analysis of Islamic Norms and Customary... doi.org/10.58824/mediasas.v9i1.293Marriage in Shawwal as a Socio Religious Phenomenon A Comparative Analysis of Islamic Norms and Customary doi 10 58824 mediasas v9i1 293
  2. Sage Research Methods - Managing Quality in Qualitative Research. sage research methods managing quality... doi.org/10.4135/9781529716641Sage Research Methods Managing Quality in Qualitative Research sage research methods managing quality doi 10 4135 9781529716641
  3. Conversational Code Switching in: Asian Journal of Social Science Volume 47 Issue 4-5 (2019). code switching... doi.org/10.1163/15685314-04704005Conversational Code Switching in Asian Journal of Social Science Volume 47 Issue 4 5 2019 code switching doi 10 1163 15685314 04704005
Read online
File size305.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test