ADMIADMI
Jurnal Kesehatan dan KedokteranJurnal Kesehatan dan KedokteranLatar Belakang : CKD adalah penyakit ginjal tahap akhir yang dapat disebabkan oleh berbagai hal di mana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektmlit, yang menyebabkan komplikasi hipertensi maupun diabetes mellitus (Jainurrahma et al, 2021). Prevalensi gagal ginjal kronis di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2018 menjadi 0,38% atau sebanyak 713.783 jiwa berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur 15 tahun keatas. Tujuan : untuk mengetahui penerapan terapi spiritual terhadap kualitas hidup pasien Chronic Kidney Disease (CKD). Metode : penelitian yang digunakan dengan menganalisis artikel dan dilakukan penelusuran melalui google scholar dengan menggunakan kata kunci “terapi spiritual dan kualitas hidup, “terapi spiritual dan kualitas hidup “chronic kidney disease, “terapi spiritual dan kualitas hidup “gagal ginjal kronik “penatalaksanaan terapi spiritual dan kualitas hidup “chronic kidney disease, “pengaruh terapi spiritual dan kualitas hidup “chronic kidney disease “psychological intervention dan kualitas hidup “chronic kidney disease. Hasil: dari 9 jurnal didapatkan bahwa terapi spiritual dapat meningkatkan kualitas hidup pada pasien CKD. Kesimpulan: penerapan terapi spiritual pada pasien CKD yang melakukan terapi hemodialisa mampu untuk meningkatkan kualitas hidup.
Berdasarkan penjelasan di atas yang terdiri dari 9 artikel ilmiah yang telah dilakukan review, terbukti bahwa penerapan terapi spiritual pada pasien chronic kidney disease dapat digunakan sebagai cara untuk meningkatkan kualitas hidup.
Meskipun studi ini menegaskan manfaat terapi spiritual bagi kualitas hidup pasien CKD, ada beberapa arah penelitian yang bisa digali lebih lanjut agar dampaknya semakin optimal dan komprehensif. Pertama, penting untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis intervensi spiritual yang paling efektif dan sesuai untuk berbagai subkelompok pasien CKD, mengingat perbedaan usia, latar belakang budaya, dan tingkat religiusitas mereka. Misalnya, penelitian dapat membandingkan efektivitas praktik meditasi, doa kolektif, atau konseling spiritual personal dalam meningkatkan dimensi kualitas hidup yang berbeda seperti fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Studi di masa depan juga perlu meneliti dampak terapi spiritual pada pasien CKD di stadium awal, sebelum mereka mencapai tahap hemodialisis rutin, untuk memahami apakah intervensi dini dapat menunda penurunan kualitas hidup atau bahkan memperbaiki prognosis. Mengevaluasi efek jangka panjang terapi spiritual juga krusial untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya terhadap kesejahteraan pasien seiring waktu. Terakhir, sangat direkomendasikan untuk melakukan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas terapi spiritual sebagai intervensi tunggal, kombinasi dengan terapi medis konvensional, atau dibandingkan dengan intervensi psikologis lainnya. Tujuannya adalah untuk mengembangkan model perawatan holistik terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mendukung kesehatan mental dan spiritual pasien CKD secara menyeluruh, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan dan berkelanjutan dalam sistem layanan kesehatan.
| File size | 530.98 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESHBSTIKESHB Studi observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 34 pasien hemodialisis. Variabel yang diteliti meliputi adekuasi hemodialisis, risiko malnutrisi,Studi observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 34 pasien hemodialisis. Variabel yang diteliti meliputi adekuasi hemodialisis, risiko malnutrisi,
JURNALBIKESJURNALBIKES Hal ini menunjukkan bahwa self-esteem yang rendah berhubungan dengan kualitas hidup yang buruk pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Penelitian iniHal ini menunjukkan bahwa self-esteem yang rendah berhubungan dengan kualitas hidup yang buruk pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalaniPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri kanulasi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Results: A reduction in anxiety levels was observed. During the pretest, 16 respondents experienced mild anxiety and 5 respondents experienced moderateResults: A reduction in anxiety levels was observed. During the pretest, 16 respondents experienced mild anxiety and 5 respondents experienced moderate
PELNIPELNI Penurunan tingkat kecemasan terjadi pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa setelah diberikan terapi musik klasik Beethoven selama empat kali pertemuanPenurunan tingkat kecemasan terjadi pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa setelah diberikan terapi musik klasik Beethoven selama empat kali pertemuan
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Sebagian besar responden memiliki status gizi baik berdasarkan IMT sebanyak 48,3% dan 61,7% dengan pasien status gizi baik berdasarkan SGA. Hasil uji statistikSebagian besar responden memiliki status gizi baik berdasarkan IMT sebanyak 48,3% dan 61,7% dengan pasien status gizi baik berdasarkan SGA. Hasil uji statistik
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Di Provinsi Jawa Barat, prevalensi pasien dengan gagal ginjal kronis meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuiDi Provinsi Jawa Barat, prevalensi pasien dengan gagal ginjal kronis meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
UMSBUMSB Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Rencana perbaikan berupa penambahanPelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Rencana perbaikan berupa penambahan
Useful /
POLKESBANPOLKESBAN Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling, dataMetode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling, data
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Selain itu, pada aspek penularan, responden belum menyadari sepenuhnya bahwa bayi memiliki risiko tinggi tertular TB Paru. Kesimpulan secara keseluruhan,Selain itu, pada aspek penularan, responden belum menyadari sepenuhnya bahwa bayi memiliki risiko tinggi tertular TB Paru. Kesimpulan secara keseluruhan,
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Penelitian dilakukan disekolah Mas Muhammadiyah Sei Apung Jaya dengan sampel sebesar 20 siswa putri. Adapun jumlah sampel tersebut diambil dengan menggunakanPenelitian dilakukan disekolah Mas Muhammadiyah Sei Apung Jaya dengan sampel sebesar 20 siswa putri. Adapun jumlah sampel tersebut diambil dengan menggunakan
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup indikator posisi menyusui, perlekatan bayi, serta teknik melepaskan isapan.Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup indikator posisi menyusui, perlekatan bayi, serta teknik melepaskan isapan.