AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI
Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikTuberkulosis (TB) Paru adalah penyakit infeksi menular yang pengendaliannya sangat bergantung pada peran serta keluarga. Anggota keluarga yang tinggal satu atap dengan penderita memiliki risiko transmisi yang tinggi apabila tidak dibekali pemahaman memadai mengenai mekanisme penyebaran kuman Mycobacterium tuberculosis serta langkah-langkah preventifnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan keluarga terkait upaya pencegahan dan mekanisme penularan TB Paru di Desa Cinta Jadi, Kecamatan Ujung Padang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian melibatkan seluruh keluarga yang memiliki anggota penderita TB Paru di Desa Cinta Jadi. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik sampling jenuh, sehingga diperoleh 18 responden. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner Perilaku Pencegahan dan Penularan TB Paru. Instrumen ini terdiri dari 18 butir pernyataan (9 item pencegahan dan 9 item penularan) yang telah diuji validitasnya kepada 15 responden. Dengan nilai df = 13 dan alpha = 0,05, item dinyatakan valid karena memiliki nilai r hitung > r tabel (0,514), seperti pada salah satu item pencegahan TB Paru dengan pemberian imunisasi BCG yang memperoleh nilai Uji Reabilitas pencegahan sebesar 0,872 (Reliable) dan Uji Reabilitas penularan 0,772, (Relliable). Data kemudian diolah melalui analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga mengenai pencegahan TB Paru mayoritas berada pada kategori cukup (68,6%), dan pengetahuan mengenai penularan juga berada pada kategori cukup (63,1%). Meskipun sebagian besar responden memahami bahwa penularan terjadi melalui udara, masih terdapat kesenjangan pemahaman pada aspek pencegahan, khususnya terkait manfaat paparan sinar matahari (vitamin D) dan penggunaan air bersih. Selain itu, pada aspek penularan, responden belum menyadari sepenuhnya bahwa bayi memiliki risiko tinggi tertular TB Paru. Kesimpulan secara keseluruhan, pengetahuan keluarga di Desa Cinta Jadi mengenai pencegahan dan penularan TB Paru masih perlu ditingkatkan, terutama pada dimensi kesehatan lingkungan dan pencahayaan rumah. Tenaga kesehatan di wilayah Kecamatan Ujung Padang disarankan untuk mengoptimalkan program penyuluhan secara langsung (door-to-door) guna memperkuat perilaku pencegahan di tingkat keluarga.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan keluarga di Desa Cinta Jadi mengenai pencegahan dan penularan TB Paru masih berada pada kategori cukup.Meskipun keluarga memahami cara penularan melalui udara, terdapat kesenjangan pengetahuan terkait aspek pencegahan seperti manfaat paparan sinar matahari dan penggunaan air bersih.Selain itu, responden belum sepenuhnya menyadari risiko penularan TB Paru pada bayi.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengetahuan keluarga, terutama dalam dimensi kesehatan lingkungan dan pencahayaan rumah, melalui program penyuluhan yang lebih intensif.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan keluarga tentang pencegahan TB Paru, seperti tingkat pendidikan, akses informasi, dan dukungan sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi efektivitas intervensi edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik keluarga di Desa Cinta Jadi, termasuk penggunaan media komunikasi yang tepat guna. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menginvestigasi hubungan antara pengetahuan keluarga dengan perilaku pencegahan TB Paru, seperti penggunaan masker, ventilasi rumah, dan kepatuhan terhadap pengobatan, untuk mengidentifikasi strategi yang lebih efektif dalam memutus rantai penularan penyakit ini di tingkat keluarga. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pengendalian TB Paru di Indonesia.
| File size | 248.17 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan yang diberikan kepada Tn. A, seorang pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II yang mengalamiStudi ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan yang diberikan kepada Tn. A, seorang pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II yang mengalami
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Untuk menangani keluhan utama yang berupa nyeri, perawat dapat melakukan intervensi dengan terapi farmakologi berupa antibiotik dan non-farmakologi sepertiUntuk menangani keluhan utama yang berupa nyeri, perawat dapat melakukan intervensi dengan terapi farmakologi berupa antibiotik dan non-farmakologi seperti
INSCHOOLINSCHOOL 594, length of treatment p-value=0. 014. The relationship between characteristics and quality of life from age p-value=0. 688, gender p-value=0. 550, education594, length of treatment p-value=0. 014. The relationship between characteristics and quality of life from age p-value=0. 688, gender p-value=0. 550, education
UNHAJUNHAJ Paru dan segera periksa kepuskesmas apabila sudah menunjukkan tanda dan gejala penyakit tersebut. Hal ini juga sesuai dengan data yang disampaikan olehParu dan segera periksa kepuskesmas apabila sudah menunjukkan tanda dan gejala penyakit tersebut. Hal ini juga sesuai dengan data yang disampaikan oleh
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Pada kasus ini, penatalaksanaan fisioterapi yang diberikan berupa terapi infrared, relaksasi otot, peregangan otot, koreksi postur, teknik siklus pernapasanPada kasus ini, penatalaksanaan fisioterapi yang diberikan berupa terapi infrared, relaksasi otot, peregangan otot, koreksi postur, teknik siklus pernapasan
ITKESWHSITKESWHS Kader kesehatan diharapkan mampu menindaklanjuti kegiatan yang telah dilakukan dengan terus berlatih komunikasi dan konseling dengan sasaran individu maupunKader kesehatan diharapkan mampu menindaklanjuti kegiatan yang telah dilakukan dengan terus berlatih komunikasi dan konseling dengan sasaran individu maupun
UM SURABAYAUM SURABAYA Ekstrak kemudian dibuat menjadi plester hidrogel tipe matriks dengan 10% HPMC dan 5% PVA sebagai backing plester. Backing plester dan ekstrak kemudianEkstrak kemudian dibuat menjadi plester hidrogel tipe matriks dengan 10% HPMC dan 5% PVA sebagai backing plester. Backing plester dan ekstrak kemudian
URINDOURINDO Data dari UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada tahun 2018, prevalensi penyakit diabetes mellitus sebesar 17,72%. Kualitas hidup yangData dari UPTD Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat pada tahun 2018, prevalensi penyakit diabetes mellitus sebesar 17,72%. Kualitas hidup yang
Useful /
POLKESBANPOLKESBAN Edukasi berkelanjutan dan konseling berhenti merokok, termasuk pendekatan spiritual, direkomendasikan untuk mencegah kerusakan ginjal kedepannya. SemuaEdukasi berkelanjutan dan konseling berhenti merokok, termasuk pendekatan spiritual, direkomendasikan untuk mencegah kerusakan ginjal kedepannya. Semua
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Temuan ini menegaskan perlunya edukasi kesehatan yang lebih terarah agar keluarga mampu menerapkan pola makan yang sesuai untuk mendukung pengendalianTemuan ini menegaskan perlunya edukasi kesehatan yang lebih terarah agar keluarga mampu menerapkan pola makan yang sesuai untuk mendukung pengendalian
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Pada Karakter lainnya pelayanan kebidanan dapat dilaksanakan dengan mengacu pada standar pelayanan minimal yang dikombinasi dengan pendekatan komplementerPada Karakter lainnya pelayanan kebidanan dapat dilaksanakan dengan mengacu pada standar pelayanan minimal yang dikombinasi dengan pendekatan komplementer
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL The method of data analysis in this study used multiple linear regression analysis. The results showed that general allocation funds, special allocationThe method of data analysis in this study used multiple linear regression analysis. The results showed that general allocation funds, special allocation