STIKESHBSTIKESHB

JURKESSIAJURKESSIA

Penyakit ginjal kronis (PGK) terus meningkat dan memerlukan hemodialisis jangka panjang, yang berdampak pada status fisik, gizi, dan psikologis pasien, serta kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara adekuasi hemodialisis, risiko malnutrisi, dan tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien CKD di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, Kabupaten Tanah Bumbu. Studi observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 34 pasien hemodialisis. Variabel yang diteliti meliputi adekuasi hemodialisis, risiko malnutrisi, tingkat depresi, dan kualitas hidup. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara adekuasi hemodialisis, risiko malnutrisi, dan tingkat depresi dengan kualitas hidup. Studi ini menunjukkan bahwa adekuasi hemodialisis yang memadai, status gizi yang optimal, dan depresi yang rendah meningkatkan kualitas hidup pasien. Disarankan agar ahli gizi ditempatkan di unit hemodialisis sebagai bagian dari tim multidisiplin untuk mengoptimalkan gizi, mengurangi risiko malnutrisi, dan meningkatkan kualitas hidup.

Sebagian besar karakteristik pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis didominasi oleh kelompok usia produktif, berjenis kelamin perempuan, dengan status pensiunan serta tingkat pendidikan sebagian besar sarjana.Sebagian besar responden telah mencapai adekuasi hemodialisis yang adekuat, memiliki status gizi yang baik, menunjukkan tingkat depresi ringan, serta kualitas hidup berada pada kategori sangat baik.Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin baik adekuasi hemodialisis, semakin baik status gizi, dan semakin ringan tingkat depresi, maka kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis cenderung semakin baik.Hal ini menegaskan pentingnya pendekatan pelayanan hemodialisis yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis dialisis, tetapi juga memperhatikan status gizi dan kondisi psikologis pasien secara komprehensif.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa arah studi lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman dan penanganan pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor longitudinal yang memengaruhi perubahan kualitas hidup pasien hemodialisis dari waktu ke waktu, termasuk pengaruh intervensi gizi dan psikososial. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif pasien hemodialisis dalam menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan sosial, serta strategi koping yang mereka gunakan untuk mempertahankan kualitas hidup. Ketiga, penelitian mixed-methods yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program intervensi multidisiplin yang terintegrasi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual dan preferensi pasien.

Read online
File size228.85 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test