EDUJAVAREEDUJAVARE
EDUJAVARE: International Journal of Educational ResearchEDUJAVARE: International Journal of Educational ResearchPembelajaran sains mengharuskan siswa memahami konsep secara mendalam; namun kompleksitas materi dan penyajian informasi yang padat serta kurang terstruktur sering meningkatkan beban kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh prinsip segmentasi dan kontiguitas terhadap beban kognitif siswa pada pembelajaran sains. Metode quasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pasca‑test hanya diterapkan pada siswa kelas VIII MTs Negeri 9 Bantul, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen yang diajarkan dengan aktivitas belajar berbasis prinsip segmentasi dan kontiguitas, serta kelompok kontrol yang menerima instruksi konvensional. Beban kognitif siswa, khususnya beban intrinsik dan ekstrinsik, diukur menggunakan Skala Penilaian Usaha Mental Paas. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji t‑sample independen, dan ukuran efek menunjukkan bahwa penerapan prinsip segmentasi dan kontiguitas memberikan efek signifikan dan sedang dalam mengurangi beban kognitif siswa dibandingkan pembelajaran sains konvensional (p = 0,016; d Cohen = 0,633).
Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan prinsip segmentasi dan kontiguitas secara signifikan mengurangi beban kognitif siswa dalam pembelajaran sains.Siswa yang menggunakan desain instruksional berbasis prinsip tersebut menunjukkan beban kognitif keseluruhan, baik intrinsik maupun ekstrinsik, lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menerima instruksi konvensional.Temuan ini menegaskan pentingnya struktur dan penyajian materi pembelajaran yang selaras dengan arsitektur kognitif untuk meningkatkan efisiensi proses belajar.
Penelitian lanjutan dapat menyelidiki dampak jangka panjang penerapan prinsip segmentasi dan kontiguitas terhadap retensi dan transfer pengetahuan pada topik sains yang beragam, dengan menguji apakah efek pengurangan beban kognitif tetap berkelanjutan setelah beberapa bulan belajar. Selain itu, studi komparatif antara tingkat pendidikan menengah pertama, menengah pertama, dan pendidikan tinggi dapat mengevaluasi apakah efektivitas prinsip ini bervariasi sesuai dengan usia, tingkat perkembangan kognitif, dan kompleksitas konten pelajaran. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan model pembelajaran adaptif yang mengintegrasikan prinsip segmentasi dan kontiguitas bersama prinsip multimedia lain, seperti prinsip koherensi dan multimodalitas, untuk menentukan kombinasi optimal yang memaksimalkan efisiensi kognitif dan hasil belajar pada berbagai konteks pembelajaran.
- Deep Learning sebagai Pendekatan Transformasional dalam Pendidikan: Sebuah Tinjauan Literatur | Jurnal... doi.org/10.30605/jsgp.8.3.2025.7021Deep Learning sebagai Pendekatan Transformasional dalam Pendidikan Sebuah Tinjauan Literatur Jurnal doi 10 30605 jsgp 8 3 2025 7021
- Improving Short-Term Memory of School-Age Children through Brain Gym with the Chunking Technique Mnemonic... doi.org/10.56393/pijar.v5i1.2836Improving Short Term Memory of School Age Children through Brain Gym with the Chunking Technique Mnemonic doi 10 56393 pijar v5i1 2836
- Multimedia Learning | Cambridge Aspire website. multimedia learning cambridge aspire skip main content... doi.org/10.1017/9781316941355Multimedia Learning Cambridge Aspire website multimedia learning cambridge aspire skip main content doi 10 1017 9781316941355
- Multimedia Learning | Cambridge Aspire website. multimedia learning cambridge aspire skip main content... cambridge.org/highereducation/books/multimedia-learning/FB7E79A165D24D47CEACEB4D2C426ECDMultimedia Learning Cambridge Aspire website multimedia learning cambridge aspire skip main content cambridge highereducation books multimedia learning FB7E79A165D24D47CEACEB4D2C426ECD
- Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA tentang Sistem Peredaran Darah Manusia melalui Creative Problems... ojs.unublitar.ac.id/index.php/jpip/article/view/473Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA tentang Sistem Peredaran Darah Manusia melalui Creative Problems ojs unublitar ac index php jpip article view 473
| File size | 439.12 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
NEOLECTURANEOLECTURA Tingkat hubungan antara kedua variabel ditunjukkan oleh nilai r² yaitu sebesar 95,79 %, berarti bahwa sebesar 95,79 % prestasi belajar matematika siswaTingkat hubungan antara kedua variabel ditunjukkan oleh nilai r² yaitu sebesar 95,79 %, berarti bahwa sebesar 95,79 % prestasi belajar matematika siswa
UTPUTP Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap praktik pengajaran bahasa Inggris dengan mendorong dosen untuk mempertahankan motivasiHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap praktik pengajaran bahasa Inggris dengan mendorong dosen untuk mempertahankan motivasi
NEOLECTURANEOLECTURA Salah satu faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam mata pelajaran matematika adalah kelemahan siswa dalam menggunakan penalaran dengan baik di saatSalah satu faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam mata pelajaran matematika adalah kelemahan siswa dalam menggunakan penalaran dengan baik di saat
LLDIKTI10LLDIKTI10 Prosedur penelitian ini adalah proses penyusunan bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi tema lingkungan hidup melalui tahapan sebagai berikut:Prosedur penelitian ini adalah proses penyusunan bahan ajar untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi tema lingkungan hidup melalui tahapan sebagai berikut:
STAI IUSTAI IU Sampel pada penelitian ini berjumlah 79 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deksriptifSampel pada penelitian ini berjumlah 79 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deksriptif
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Penelitian ini mengkaji efektivitas PJBL dan integrasi teknologi dalam meningkatkan minat, pemahaman, dan berpikir kritis siswa tingkat dasar. Hasil menunjukkanPenelitian ini mengkaji efektivitas PJBL dan integrasi teknologi dalam meningkatkan minat, pemahaman, dan berpikir kritis siswa tingkat dasar. Hasil menunjukkan
UMWUMW Sedangkan karakteristik responden pemeriksaan kadar hemoglobin sesudah menstruasi sebagian responden memiliki kadar hemoglobin dalam kategori abnormalSedangkan karakteristik responden pemeriksaan kadar hemoglobin sesudah menstruasi sebagian responden memiliki kadar hemoglobin dalam kategori abnormal
EDUJAVAREEDUJAVARE Teknologi memberikan dukungan luar biasa dalam mengotomatiskan berbagai tugas, mengatur pengingat, berkomunikasi secara efisien, membayar tagihan denganTeknologi memberikan dukungan luar biasa dalam mengotomatiskan berbagai tugas, mengatur pengingat, berkomunikasi secara efisien, membayar tagihan dengan
Useful /
NEOLECTURANEOLECTURA Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur mengenai model inkuiri terbimbing sebagai solusi guna tingkatkan keahlian berpikir kritis IPAPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur mengenai model inkuiri terbimbing sebagai solusi guna tingkatkan keahlian berpikir kritis IPA
NEOLECTURANEOLECTURA Data yang diperoleh adalah hasil dari posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan rata-rata hasil belajar kelas Eksperimen 87,4 dan rata-rataData yang diperoleh adalah hasil dari posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan rata-rata hasil belajar kelas Eksperimen 87,4 dan rata-rata
NEOLECTURANEOLECTURA Persamaan regresi Y = 4,87 1,13X menghasilkan rxy sebesar 0,437, sehingga dapat diperkuat dan dubukti. Mengingat bahwa rxy2 = (0,437)2 = 0,190 adalah koefisienPersamaan regresi Y = 4,87 1,13X menghasilkan rxy sebesar 0,437, sehingga dapat diperkuat dan dubukti. Mengingat bahwa rxy2 = (0,437)2 = 0,190 adalah koefisien
CARAKACARAKA Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian dariTeknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian dari