IAIKHOZINIAIKHOZIN
Jurnal Studi Islam dan SosialJurnal Studi Islam dan SosialFenomena flexing belakangan ini mengjadi perbincangan yang hangat. Bukan hanya influencer dan youtuber sebagai pelaku menampakkan dan memamerkan harta kekayaan mereka, namun masyarakat umum bahkan dalam ranah agamis juga terdampak pada perilaku flexing, misalnya memviralkan kegiatan sosial kemanusian seperti sedekah dan amal. Hal tersebut berdampak pada nilai keihlasan pada pemberi sedekah, sehingga memunculkan dampak positif dan negatif dalam perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana pandangan Islam mengenai fenomena flexing dengan menggali pemaknaan sikap terbuka dan tertutup di dalam bersedekah dalam Qs. Al‑Baqarah [2]:271 dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Manā-cum-Maghzā. Dengan mengurai bebrapa hal diantaranya; pandangan al‑quran terhadap fenomena flexing; prinsip‑prinsip dalam bersedekah; batasan‑batasan dalam menampakkan sedekah; dan menggali Maghzā dari Qs. Al‑Baqarah [2]:271 berkaitan dengan fenomena flexing. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa perilaku flexing dapat mengarah pada sikap negative yaitu riyā (pamer) dan juga pada motifasi yang dapat menginspirasi kepada khalayak umum. Sehingga terjadi pergerakan makna pada Qs. Al‑Baqarah [2]:271 dari pemahaman sedekah secara tersembunyi lebih utama daripada yang terbuka, (sebagaiулуу tārikhī), mengarah pada sedekah yang dilakukan secara terbuka juga memilik nilai kebaikan selama tetap memegang pada prinsip-prinsip etika dalam bersedekah (sebagai Maghzā).
Fenomena flexing dalam bersedekah di media sosial memiliki dampak positif dan negatif.Positifnya dapat meningkatkan kesadaran publik dan memotivasi partisipasi sosial, sementara negatifnya dapat menciptakan persaingan tidak sehat dan mengaburkan tujuan amal.Oleh karena itu, penting bagi pengguna media sosial untuk menyeimbangkan fleksing amal dengan nilai‑nilai agama seperti niat tulus dan keikhlasan.
Penelitian sebelumnya menyoroti dampak positif dan negatif flexing sedekah, namun data empiris masih terbatas. Studi mikro‑survei dapat mengukur persepsi pengguna media sosial tentang fleksing sedekah dan pengaruhnya terhadap motivasi membantu. Penelitian eksperimental intervensi edukasi etika sedekah dapat menilai perubahan perilaku riyā sebelum dan sesudah pelatihan. Analisis longitudinal dapat memantau Rails jangka panjang sedekah terbuka versus tersembunyi pada kesejahteraan penerima dan persepsi publik. Selain itu, penelitian kualitatif mendalam tentang bagaimana prinsip keikhlasan dipahami dalam praktik fleksing dapat mengisi kesenjangan teoritis. Menggabکہ metode campuran akan memberikan gambaran holistik tentang motivasi internal dan eksternal. Hasilnya diharapkan dapat membantu pembuat kebijakan di lembaga keagamaan mengembangkan pedoman etika sedekah di era digital. Penelitian ini juga dapat menginformasikan platform media sosial tentang fitur pembatasan visibilitas donasi. Aksi bersama antara komunitas agama, pengembang teknologi, dan akademisi akan memperkuat integritas dzikir sosial. Dengan demikian, saran ini menekankan pentingnya interaksi lintas disiplin dalam mengatasi fenomena flexing.
- KONSEP SEDEKAH BERGULIR UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUAFA | Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian... prosiding.umy.ac.id/semnasppm/index.php/psppm/article/view/200KONSEP SEDEKAH BERGULIR UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUAFA Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian prosiding umy ac semnasppm index php psppm article view 200
- REINTERPRETASI KATA JILBAB DAN KHIMAR DALAM AL-QURAN; PENDEKATAN MA’NA CUM MAGHZA SAHIRON SYAMSUDDIN... doi.org/10.21154/ijougs.v1i1.2066REINTERPRETASI KATA JILBAB DAN KHIMAR DALAM AL QURAN PENDEKATAN MAAoNA CUM MAGHZA SAHIRON SYAMSUDDIN doi 10 21154 ijougs v1i1 2066
- Fenomena Flexing di Media Sosial dan Kaitannya dengan Israf | Ajidin | ISLAMIC BUSINESS and FINANCE.... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/IBF/article/view/21951Fenomena Flexing di Media Sosial dan Kaitannya dengan Israf Ajidin ISLAMIC BUSINESS and FINANCE ejournal uin suska ac index php IBF article view 21951
- THE PHENOMENON OF FLEXING BEHAVIOR AFTER THE PANDEMIC IS A CONTEMPORARY ECONOMIC PROBLEM FROM AN ISLAMIC... doi.org/10.21154/kodifikasia.v16i2.4899THE PHENOMENON OF FLEXING BEHAVIOR AFTER THE PANDEMIC IS A CONTEMPORARY ECONOMIC PROBLEM FROM AN ISLAMIC doi 10 21154 kodifikasia v16i2 4899
| File size | 806.09 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIKHOZINIAIKHOZIN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian iniPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
IAIKHOZINIAIKHOZIN Tentunya dalam usaha mereka untuk meramu hukum Islam tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena di dalamnya terdapat pertentangan dan perbedaan pendapat.Tentunya dalam usaha mereka untuk meramu hukum Islam tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena di dalamnya terdapat pertentangan dan perbedaan pendapat.
IAIKHOZINIAIKHOZIN Dalam Studi Islam telah mengadopsi pendekatan ini, terutama dalam menangani masalah sosial seperti gender, lingkungan, dan kemajemukan. Meskipun kontroversial,Dalam Studi Islam telah mengadopsi pendekatan ini, terutama dalam menangani masalah sosial seperti gender, lingkungan, dan kemajemukan. Meskipun kontroversial,
LP3MKILLP3MKIL Hasil penelitian ini setelah diterapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat menuntaskan hasil belajar siswa dalam materi menulisHasil penelitian ini setelah diterapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat menuntaskan hasil belajar siswa dalam materi menulis
IAIKHOZINIAIKHOZIN Hasil menunjukkan bahwa implementasi dilaksanakan dengan baik, namun faktor penghambat berupa kurangnya pemahaman materi, terbatasnya PTM, dan fasilitasHasil menunjukkan bahwa implementasi dilaksanakan dengan baik, namun faktor penghambat berupa kurangnya pemahaman materi, terbatasnya PTM, dan fasilitas
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Selama kegiatan, Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung sangat antusius, kooperatif serta komunikatif menerima pencerahan dan motivasi serta berbagai kiat-kiat/solusiSelama kegiatan, Ibu-ibu PKK Kelurahan Rimba Sekampung sangat antusius, kooperatif serta komunikatif menerima pencerahan dan motivasi serta berbagai kiat-kiat/solusi
IAIKHOZINIAIKHOZIN Oleh karena itu, seorang mukmin hanya diperkenankan menikahi orang yang mukmin juga, dan tidak diperkenankan sedikit pun untuk menikahi seorang pezinaOleh karena itu, seorang mukmin hanya diperkenankan menikahi orang yang mukmin juga, dan tidak diperkenankan sedikit pun untuk menikahi seorang pezina
IAIKHOZINIAIKHOZIN Reliabilitas instrumen tes dilihat dari klasik menggunakan Alpha Cronbach dan secara moderndiscard menggunakan fungsi informasi. Hasil dari penelitianReliabilitas instrumen tes dilihat dari klasik menggunakan Alpha Cronbach dan secara moderndiscard menggunakan fungsi informasi. Hasil dari penelitian
Useful /
IAIKHOZINIAIKHOZIN Teori konseling menjadi fokus utama dalam usaha memahami dan menanggapi masalah tersebut. Dengan memanfaatkanّم pendekatan konseling, artikel ini menyelidikiTeori konseling menjadi fokus utama dalam usaha memahami dan menanggapi masalah tersebut. Dengan memanfaatkanّم pendekatan konseling, artikel ini menyelidiki
IAIKHOZINIAIKHOZIN Ontologi menerangkan hakikat dari segala yang ada. Dalam kajian ontologi manusia bukan hanya memahami secara manusia aktual saja namun dari segi esensi/hakikatOntologi menerangkan hakikat dari segala yang ada. Dalam kajian ontologi manusia bukan hanya memahami secara manusia aktual saja namun dari segi esensi/hakikat
GREENPUBGREENPUB Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan kerangka teoritik model evaluasi Kirkpatrick dan teori public value untukAnalisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, dengan kerangka teoritik model evaluasi Kirkpatrick dan teori public value untuk
IAIKHOZINIAIKHOZIN Di Indonesia, bahasa Inggris adalah bahasa asing, sehingga tidak mudah untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada pelajar muda di Indonesia, oleh karena itu,Di Indonesia, bahasa Inggris adalah bahasa asing, sehingga tidak mudah untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada pelajar muda di Indonesia, oleh karena itu,