IAIKHOZINIAIKHOZIN

Jurnal Studi Islam dan SosialJurnal Studi Islam dan Sosial

Abdullah Saeed sebagai seorang intelektual muslim yang konsen dalam mengembangkan teori double movement yang digagas Fazlur Rahman, setidaknya telah berhasil memberikan langkah-langkah sistematis perihal bagaimana menafsirkan al-Quran dengan paradigma kontekstualis. Artikel ini dibuat atas dasar mencoba menafsirkan al-Quran sebagai bentuk aplikasi dari pendekatan kontekstualis versi Abdullah Saeed. Ayat yang dibahas di sini berkenaan dengan pernikahan antara seorang mukmin dan pezina (QS. Al-Nur 24: 3). Secara literal, seorang penafsir akan memahami ayat ini sebagai bentuk totalitas siapa pun yang pernah berzina, ia diharamkan menikah dengan seorang mukmin. Namun, dalam hal ini, diuraikan dan diperjelas siapa pezina, siapa mukmin, mengapa ayat ini begitu penting dalam mengatur relasi di dalam pernikahan dan pada akhirnya pesan utama apa yang dapat diambil ayat ini untuk bisa diterapkan pada isu-isu kekinian, khususnya dalam hal pernikahan.

3 ini pada dasarnya mengurai permasalahan berkenaan dengan pernikahan.Sebuah pernikahan antara seorang mukmin dengan seorang pezina.Seorang mukmin yang menikahi seorang pezina tidak akan menambah suatu kebaikan apa pun bagi dirinya, keluarganya dan masyarakatnya.Namun, justru sebaliknya akan membuat kesemuanya menjadi rusak.Oleh karena itu, seorang mukmin hanya diperkenankan menikahi orang yang mukmin juga, dan tidak diperkenankan sedikit pun untuk menikahi seorang pezina dalam bentuk apa pun, entah zinanya itu karena unsur pemaksaan, suka sama suka atau bahkan PSK.Sebab, segala bentuk zina tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan tidak bermoral.Apabila ada seorang pezina melakukan taubat dengan komitmen yang kuat, di sini seorang mukmin dibolehkan menikahinya.Hal ini karena pada hakikatnya orang yang bertaubat itu telah terlepas dari sifat-sifat pezina pada umumnya, atau mereka bisa disebut mukmin.

Berdasarkan analisis metodologi kontekstual Abdullah Saeed, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metodologi ini untuk memahami ayat-ayat al-Quran lainnya yang berkaitan dengan pernikahan dan hubungan antara mukmin dan pezina. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki lebih lanjut bagaimana konteks sosial-historis mempengaruhi interpretasi ayat-ayat tersebut dan bagaimana pesan utama yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut dapat diterapkan pada isu-isu kekinian terkait pernikahan dan moralitas. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi lebih lanjut konsep taubat dan bagaimana taubat dapat mengubah status seseorang dalam konteks pernikahan dan hubungan dengan mukmin.

Read online
File size386.08 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test