IAIKHOZINIAIKHOZIN

Jurnal Studi Islam dan SosialJurnal Studi Islam dan Sosial

Burnout merupakan fenomena psikologis yang semakin mengemuka dalam kehidupan modern akibat tekanan kerja berkepanjangan dan ketidakseimbangan antara tuntutan profesional dan kebutuhan personal. Kondisi ini menuntut pendekatan penanganan yang tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga spiritual. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep self-care Qurani dalam Tafsir al-Azhar karya Hamka serta menganalisis relevansinya dengan teori kesejahteraan psikologis PERMA yang dikembangkan oleh Martin Seligman. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (maudhui), menggunakan Tafsir al-Azhar sebagai sumber primer dan literatur-literatur terkait sebagai sumber sekunder. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui integrasi pendekatan tafsir dan psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Hamka terhadap ayat-ayat self-care mencerminkan prinsip integral yang meliputi dimensi spiritual, emosional, sosial, dan fisik. Nilai-nilai seperti ukhuwah, keseimbangan hidup, pengendalian diri, serta keyakinan akan kemudahan dalam kesulitan berfungsi sebagai mekanisme adaptif dalam menghadapi burnout. Temuan ini menunjukkan kesesuaiannya dengan lima elemen PERMA, yaitu emosi positif, keterlibatan, hubungan sosial, makna hidup, dan pencapaian. Namun demikian, terdapat perbedaan ontologis dan epistemologis antara keduanya. PERMA berorientasi pada well-being sebagai tujuan akhir berbasis empirisme, sedangkan dalam perspektif Hamka, kesejahteraan merupakan dampak dari penghambaan kepada Allah berbasis wahyu. Penelitian ini berkontribusi merumuskan model self-care Qurani yang integratif serta menjembatani dialog antara epistemologi Islam dan psikologi positif dalam mengatasi burnout.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penafsiran Hamka terhadap ayat-ayat Al-Quran dapat dirumuskan sebagai model self-care Qurani yang bersifat holistik, mencakup dimensi fisik, emosional, sosial, dan spiritual.Prinsip-prinsip seperti ukhuwah, pengendalian diri, keseimbangan hidup, serta keyakinan akan kemudahan dalam kesulitan berfungsi sebagai mekanisme penting dalam menjaga kesehatan diri sekaligus mencegah burnout.Dalam perspektif psikologi positif, konsep tersebut memiliki kesesuaian yang kuat dengan model PERMA yang dikembangkan oleh Martin Seligman, terutama pada aspek emosi positif, keterlibatan, hubungan sosial, makna hidup, dan pencapaian.Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Qurani dapat berdialog secara konstruktif dengan pendekatan psikologi modern dalam memahami kesejahteraan manusia.Namun demikian, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya.PERMA berorientasi pada kesejahteraan sebagai tujuan akhir berbasis empirisme, sedangkan dalam tafsir Hamka, kesejahteraan merupakan hasil dari penghambaan kepada Allah yang berbasis wahyu.Oleh karena itu, konsep self-care Qurani menawarkan kerangka yang lebih teosentris dan komprehensif, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan paradigma Islamic Positive Psychology dalam mengatasi burnout.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang konsep self-care Qurani yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan spiritual, serta bagaimana konsep ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah dan mengatasi burnout. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas penerapan konsep self-care Qurani dalam mengurangi tingkat burnout pada individu-individu yang mengalami tekanan kerja tinggi. Ketiga, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan ontologis dan epistemologis antara model PERMA dan konsep self-care Qurani, serta bagaimana kedua konsep ini dapat saling melengkapi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis individu.

  1. Konsep Percaya Diri Perspektif Al-Qur'an | Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam. konsep perspektif al qur... doi.org/10.38073/aljadwa.v1i1.470Konsep Percaya Diri Perspektif Al Quran Al Jadwa Jurnal Studi Islam konsep perspektif al qur doi 10 38073 aljadwa v1i1 470
  2. Self-Care dan Coping Stress pada Working Mothers | Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi. self care... doi.org/10.36636/psikodinamika.v4i2.4598Self Care dan Coping Stress pada Working Mothers Psikodinamika Jurnal Literasi Psikologi self care doi 10 36636 psikodinamika v4i2 4598
  3. Sindrom Burnout Perspektif Herbert J. Freudenberger | Cakrawala Repositori IMWI. sindrom burnout perspektif... cakrawala.imwi.ac.id/index.php/cakrawala/article/view/114Sindrom Burnout Perspektif Herbert J Freudenberger Cakrawala Repositori IMWI sindrom burnout perspektif cakrawala imwi ac index php cakrawala article view 114
  4. METODOLOGI TAFSIR KONTEKSTUAL AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA | el-Umdah. metodologi tafsir kontekstual al... journal.uinmataram.ac.id/index.php/el-umdah/article/view/407METODOLOGI TAFSIR KONTEKSTUAL AL AZHAR KARYA BUYA HAMKA el Umdah metodologi tafsir kontekstual al journal uinmataram ac index php el umdah article view 407
  5. E-mentor - Applying the PERMA model in employee wellbeing - E-mentor | nauczanie przez internet, kształcenie... e-mentor.edu.pl/artykul/index/numer/99/id/1605E mentor Applying the PERMA model in employee wellbeing E mentor nauczanie przez internet ksztaCcenie e mentor edu pl artykul index numer 99 id 1605
Read online
File size582.38 KB
Pages31
DMCAReport

Related /

ads-block-test