ESDMESDM

Indonesian Journal on GeoscienceIndonesian Journal on Geoscience

Kota ibukota baru Indonesia, Nusantara, di Kalimantan Timur, sedang mengalami pembangunan infrastruktur yang sangat besar. Memahami kondisi tanah, sedimen, dan lapisan batu keras di lokasi ini sangat penting untuk prinsip kerja geoteknik. Pada studi ini, metode tomografi gelombang P pertama digunakan untuk menentukan distribusi kecepatan gelombang P serta parameter geoteknik (misalnya porositas, densitas, rasio void) guna memahami kondisi lapisan batuan. Penelitian melibatkan data tomography refraksi seismik dengan empat puluh delapan kanal, jarak antar geofon 1 m, dan sumber berupa palu seismik seberat 3 kg dengan jarak pemisahan 3 m; frekuensi alami geofon 4,5 Hz dan waktu rekaman 1,0 detik. Hasil menunjukkan lapisan batu keras menipis dari selatan ke utara dengan ketebalan 7–16 m yang berhubungan dengan aluvium terkonsolidasi. Parameter geoteknik lapisan sedimen, tanah atas (tanah liat), dan aluvium tidak terkonsolidasi memiliki nilai densitas 1,6–1,8 g/cm³, porositas 0,31–0,38, dan rasio void 0,44–0,59. Temuan ini mengindikasikan bahwa lapisan tanah di bagian selatan‑tengah profil memiliki kompaksi rendah hingga sedang, sehingga memerlukan kegiatan pengerasan tanah (kompaksi mekanik) untuk pembangunan infrastruktur. Akhirnya, hasil studi ini diharapkan dapat membantu pengembangan infrastruktur di IKN dengan memanfaatkan teknik geofisika.

Kompaksi tanah merupakan faktor penting dalam pembangunan infrastruktur, dan tingkat kompaksi dapat diprediksi melalui parameter geoteknik yang dihasilkan dari data geofisika (kecepatan gelombang seismik).Dengan menggunakan tomography refraksi seismik, distribusi kecepatan Vp berhasil diubah menjadi profil parameter geoteknik seperti densitas, porositas, dan rasio void, yang menunjukkan lapisan tanah atas (tanah liat) memiliki ketebalan 2–3 m dan kedalaman batu keras 7–15 m.pada sisi utara nilai densitas lebih tinggi (~1,76 g/cm³), porositas lebih rendah (~0,34), dan rasio void lebih rendah (~0,5), menandakan kompaksi yang lebih tinggi dibandingkan sisi tengah‑selatan yang memerlukan kompaksi mekanik intensif.Hasil ini menegaskan bahwa tomography refraksi seismik merupakan alat yang andal dan efisien untuk menilai kompaksi tanah serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengembangan infrastruktur.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi manfaat penggabungan metode tomography refraksi seismik dengan teknik Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) untuk meningkatkan akurasi estimasi parameter geoteknik dengan memanfaatkan data kecepatan Vp dan Vs secara bersamaan; selanjutnya, studi dapat memperluas pendekatan dari model dua‑dimensi menjadi tiga‑dimensi, mengintegrasikan data sumur bor yang lebih dalam untuk memvalidasi profil subsurface serta menangkap variasi lateral lapisan tanah di wilayah IKN; terakhir, penelitian dapat meneliti pengaruh variasi musiman, khususnya perubahan kandungan air tanah, terhadap kecepatan seismik dan parameter geoteknik yang dihasilkan, sehingga dapat mengoptimalkan penilaian kompaksi tanah untuk perencanaan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan.

  1. Cluster Analysis of 3D SRT and ERT in Urban Environment: Cavity Detection in Agrigento (Italy) | Earthdoc.... earthdoc.org/content/papers/10.3997/2214-4609.202520132Cluster Analysis of 3D SRT and ERT in Urban Environment Cavity Detection in Agrigento Italy Earthdoc earthdoc content papers 10 3997 2214 4609 202520132
Read online
File size4.85 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test