ESDMESDM

Indonesian Journal on GeoscienceIndonesian Journal on Geoscience

Antara November 2024 dan April 2025, Gunung Lewotobi Laki-laki (1.584 m di atas permukaan laut), yang terletak di Kabupaten Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, mengalami aktivitas erupsi yang berdampak signifikan terhadap lingkungan sekitarnya. Abu vulkanik tersebar luas di wilayah pemukiman, lahan pertanian, dan kawasan hutan. Dua peristiwa erupsi besar terjadi pada 3 November 2024 dan 20 Maret 2025. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Gunung Lewotobi Laki-laki telah aktif sejak 1861 M, umumnya ditandai dengan erupsi ringan yang melibatkan emisi abu, aliran lava, dan pembentukan kubah. Namun, pada awal November 2024, aktivitas gunung berapi meningkat, berpuncak pada erupsi ledakan yang diarahkan pada 3 November pukul 23.57 Waktu Indonesia Tengah dari lereng atas barat lautnya (Kushendratno et al., 2024). Peristiwa ini memicu kebakaran di desa-desa terdekat dan menyebabkan sembilan korban jiwa akibat paparan material ledakan. Kemudian, pada 20 Maret pukul 22.56 Waktu Indonesia Tengah, terjadi erupsi eksplosif vertikal dari kawah pusat, menghasilkan kolom erupsi yang mencapai sekitar 8.000 meter (Kristianto et al., 2025), dan menghasilkan runtuhan kolom yang terutama memengaruhi lereng barat-tenggara, menyebabkan tiga cedera yang dilaporkan. Insiden-insiden ini menekankan kebutuhan mendesak akan prakiraan erupsi yang proaktif dan implementasi strategi mitigasi yang sesuai.

Perilaku erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki selama periode 2023-2025 beralih dari gaya efusif menjadi eksplosif, setelah masa dormansi selama sembilan tahun.Aktivitas awal kembali dengan erupsi ringan pada 23 November 2023, yang kemudian meningkat menjadi ledakan yang diarahkan pada 3 November 2024, diikuti oleh erupsi eksplosif vertikal.Antara episode eksplosif, diamati pembentukan kubah dan aliran lava yang intermiten.Ledakan yang diarahkan pada 3 November 2024 terutama memengaruhi sektor barat laut, yang mendorong revisi peta bahaya gunung berapi untuk mengakomodasi skenario erupsi masa depan.Radius zona bahaya disesuaikan dari 2 km (Zona III), 5 km (Zona II), dan 7 km (Zona I) dalam peta sebelumnya (Mulyana et al., 2009) menjadi 4 km, 6 km, dan lebih dari 9 km, masing-masing dalam versi yang diperbarui (Kartadinata et al.Erupsi eksplosif berikutnya pada 20 Maret 2025, diikuti oleh runtuhan kolom, memengaruhi lereng timur laut dan barat laut.Dampaknya tetap berada dalam parameter bahaya yang direkomendasikan oleh CVGHM, GA.Sejak Desember 2023, aktivitas erupsi intensif telah menyebabkan perubahan morfologis yang signifikan di puncak gunung, termasuk pengembangan retakan, zona alterasi, dan aktivitas fumarol yang berkelanjutan—fitur-fitur yang mungkin berfungsi sebagai pendahulu erupsi di masa depan.Pemantauan terus-menerus dan rinci terhadap Gunung Lewotobi Laki-laki sangat penting untuk memahami aktivitasnya yang berkembang dan memberikan informasi yang tepat waktu dan akurat kepada pemangku kepentingan dan komunitas yang tinggal di sekitar gunung berapi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komprehensif tentang evolusi gaya erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, termasuk analisis faktor-faktor yang memicu perubahan dari gaya efusif menjadi eksplosif. Selain itu, penelitian tentang dampak sosial dan ekonomi erupsi, serta strategi mitigasi yang efektif, dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pemahaman dan pengelolaan risiko erupsi di masa depan. Terakhir, studi tentang perubahan morfologis puncak gunung dan implikasinya terhadap perilaku erupsi di masa depan dapat memberikan wawasan berharga untuk perencanaan mitigasi dan manajemen bencana.

Read online
File size4.97 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test